Ada Daerah Belum Cairkan Insentif Nakes, Tito: Saya Tunggu!

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 16:22 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pemerintah mewanti-wanti daerah mengenai pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes). Pasalnya, sampai saat ini masih ditemukan beberapa daerah dengan realisasi anggaran yang masih kecil terutama mengenai pemberian insentif tenaga kesehatan.

"Saya juga sekali lagi menekankan insentif nakes ini menjadi atensi betul bapak Presiden karena anggarannya sudah ada di dalam komponen DAU (dana alokasi umum) di daerah-daerah yang sudah ditransfer oleh kemenkeu," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam konferensi pers virtual, Senin (26/7/2021).

"Tolong insentif nakes ini baik tingkat provinsi dan kab/kota. Yang belum saya tunggu, kita tunggu, itu adalah tanggung jawab, untuk mendorong Tenaga Kesehatan mendapatkan insentifnya," ujar Tito menambahkan.

Lebih lanjut, dia pun menyebutkan beberapa daerah yang sudah menyelesaikan pemberian insentif tenaga kesehatan yang menangani COVID-19. Tito menuturkan, akan memberikan surat ungkapan terima kasih kepada daerah-daerah yang sudah memenuhi amanat tersebut.

"Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada sejumlah provinsi yang sudah mencairkan, Provinsi Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, kemudian Jogjakarta, Jawa Barat, mohon maaf yang lain belum bisa saya sebutkan satu per satu. Cukup banyak yang sudah mencairkan, nanti saya akan buat ucapan terima kasih," ujarnya.

Dia menjabarkan, sesuai peraturan Menteri Keuangan bahwa dalam komponen APBD minimal 8% dari dana alokasi umum dan dana bagi hasil digunakan untuk penanganan pandemi COVID-19.

Selain insentif tenaga kesehatan, anggaran tersebut juga digunakan untuk seperti PPKM, pembagian masker, pendukung vaksinasi, membantu kelurahan yang tidak memiliki anggaran.

"Kami akan terus mendorong realisasi belanja untuk pandemi COVID-19 ini betul-betul bisa dicairkan sesuai dengan targetnya," pungkas Tito.

(dna/dna)