Terungkap! Ini Alasan Ada Warga yang Tak Terima Bansos

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 17:50 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) menjadi penanggung jawab dalam program pemberian bantuan sosial dari pemerintah selama penanganan pandemi COVID-19. Selama pelaksanaannya, Mensos Tri Rismaharani mengaku, mendapatkan pertanyaan dari warga di daerah karena belum menerima bantuan sosial.

Dia menegaskan, penerima bansos sesuai dengan data yang diberikan oleh Pemerintah Daerah. "Jadi ini kenapa tidak menerima? Maka daerah lah yang berhak memberikan usulan kepada kami," ujar Risma saat konferensi pers secara virtual, Senin (26/7/2021).

Risma pun mencontohkan dari kejadian kemarin-kemarin yang ia alami langsung di lapangan. "Contohnya kemarin di lapangan, bu kenapa dihapus? Setelah kami cek, ternyata daerah yang menghapus, bukan kami. Jadi kami kembalikan sesuai amanat UU 13 tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin," jelasnya.

Dia mengakui, selama ini data kerap menjadi persoalan dalam penyaluran bansos. Seiring dengan itu, berbagai macam peringatan disampaikan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sejak menjabat sebagai Menteri Sosial, Risma memulai dengan membenahi data penerima bantuan yang ada di Kemensos dengan data di Kependudukan dan Catatan Sipil. Data yang tidak cocok atau ganda ataupun penerimanya sudah meninggal dunia maka akan dikembalikan lagi ke daerah.

"Sehingga kemarin kita 'menidurkan' 21 juta data penerima (karena tidak sesuai data di Kemensos dan Kependudukan)," ujarnya.

Terbaru, pihaknya pun mencatat ada 5,9 juta usulan baru untuk menerima bansos bagi masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

"Semenjak saya menjadi Menteri, usulan itu dari daerah 5,9 juta KK (kepala keluarga) yang diusulkan baru oleh daerah untuk menerima bantuan. 5,9 juta ini kami usulkan kepada Kemenkeu untuk mendapatkan bantuan sebesar Rp 200 ribu per bulan, itu akan diberikan mulai Juli sampai Desember," pungkasnya.

(dna/dna)