Jusuf Hamka Beberkan Alasan Urus Bisnis Krematorium hingga Lawan Kartel

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 28 Jul 2021 09:55 WIB
Jusuf Hamka
Foto: Luthfy Syahban
Jakarta -

Pengusaha Jusuf Hamka buka-bukaan mengapa sampai terlibat dalam upaya melawan pelaku kartel kremasi yang mematok harga tinggi. Bahkan ada penyedia jasa kremasi dengan tarif Rp 80 juta.

Dia menjelaskan bahwa sang kakak yang sudah wafat, Dr Aggi Tjetje memiliki Yayasan Daya Besar Krematorium di Cilincing, Jakarta Utara. Posisi Jusuf Hamka di dalamnya hanyalah pembina yayasan tersebut.

"Kakak saya dia punya bisnis krematorium, waktu itu saya dewan pembina sampai sekarang sampai beliau meninggal 2017 saya masih," kata Jusuf Hamka kepada detikcom, Selasa (27/7/2021).

Kemudian di tengah pandemi COVID-19 ini, ternyata ada orang-orang yang mengkartelkan bisnis kremasi. Mereka memasang harga tinggi sehingga mencekik orang-orang yang ingin mengkremasi keluarganya yang meninggal.

Sebagai seseorang yang kini telah memeluk agama Islam, Jusuf Hamka menilai tak ada salahnya membantu orang-orang yang berseberangan. Sebab, kebetulan dirinya punya akses di salah satu krematorium.

"Di kala mereka susah kebenaran saya Muslim, tapi kebenaran saya dipercayakan oleh kakak saya menjadi pembina di krematorium, saya rasa nggak ada yang salah," paparnya.

Lantas dia meminta pihak pengurus krematorium di Cilincing yang sebelumnya tak melayani jenazah korban COVID-19 untuk segera membuka layanan tersebut, tentunya dengan harga murah untuk melawan kartel.

"Ini kan saya mengintervensi dengan kita kasih harga murah supaya umat Kristiani, umat Buddha, umat Hindu terbantu. Sebab menurut ajaran dari guru saya, Buya Hamka, Islam itu Rahmatan Lil Alamin," jelasnya.

Bahkan dia meminta pengurus krematorium Cilincing menggratiskan jasa krematorium bagi keluarga yang tidak mampu, syaratnya dengan membawa surat keterangan tidak mampu.

"Bawa surat keterangan Lurah bahwa kamu nggak mampu," sebutnya dalam kesempatan terpisah.

Sementara bagi mereka yang mampu, biaya kremasi di Krematorium Cilincing dipatok Rp 7 juta. Tapi pembelian guci dan pembuangan abu jenazah ke laut di luar tanggungan pihaknya.

Jusuf Hamka memang bukan lahir dari keluarga Muslim. Tak heran jika keluarganya memiliki yayasan krematorium.

"Saya sebelumnya bukan Islam, saya menjadi Islam kemudian saya mewarnai keluarga ini" tambahnya.

(toy/zlf)