Apesnya Pengusaha Bioskop: Tutup Bakal Rugi, Buka Nggak Ada Film-nya

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 28 Jul 2021 11:27 WIB
Suasana Bioskop Jelang Long Weekend
Foto: Vadhia Lidyana
Jakarta -

Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) menyatakan keresahannya terkait nasib bisnis di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel ini.

Ketua GPBSI Djonny Syafruddin mengatakan bioskop yang belum diizinkan beroperasi saat ini semakin menambah kerugian besar. Tetapi jika buka pun, pihaknya terkendala dengan film yang akan diputar.

"Belum boleh buka otomatis udah rugi besar lah. Cuma kalau dijalankan, umpamanya ini hari boleh buka, itu juga ada kendala yaitu film. Jadi nggak semata-mata izin keluar kita buka, enggak, film menentukan," kata Djonny, Rabu (28/7/2021).

Djonny menjelaskan selama pandemi COVID-19, tidak ada film nasional yang berani merilis di bioskop. Padahal sebelumnya sampai antre untuk bisa tayang di layar bioskop.

"Film nasional kita ini nggak pada berani merilis di bioskop, waktu dalam keadaan normal rebutan minta layar. Ini lah kalau memang sehati kita ya ada toleransi lah, Anda rugi, kita juga rugi yang penting jangan sampai tutup total ini bioskop, tutup permanen, ini yang kita jaga," tuturnya.

Begitu juga dengan film impor. Selama Indonesia menerapkan kebijakan PPKM, Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menunda menayangkan film barunya di layar bioskop Indonesia.

"Film impor juga demikian. Amerika melihat tidak kondusif kan pasarnya di Indonesia. Padahal pasca Lebaran itu bagus film Amerika, karena dengar ada PPKM itu dia cancel," imbuhnya.

Lihat juga Video: Cinema XXI Lakukan Penelitian soal Virus Corona di Studio Bioskop

[Gambas:Video 20detik]



(aid/das)