Cara Pengusaha Bertahan di Tengah Pandemi: Adaptasi Teknologi Digital

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 08:30 WIB
Jakarta -

Inovasi teknologi terus berubah seiring dengan berjalannya waktu. Satu per satu teknologi pun muncul dengan tujuan memudahkan manusia.

Nah bagi pelaku usaha, hal ini harus dimanfaatkan dengan baik. Menurut konsultan bisnis Yanuar Andrianto saat ini pengusaha harus menyesuaikan usahanya untuk bisa 'memanjakan' pelanggan dengan digitalisasi.

"Jadi moodnya, customer sekarang ini haus inovasi, apalagi dengan adanya pandemi. Perusahaan yang nggak adaptif easy come, easy go dimakan persaingan. Musuh perusahaan ini bukan lawan bisnisnya, tapi bagaimana cepat-cepatan memenangkan hati pelanggan lewat teknologi," ungkap Yanuar dalam sesi d'Mentor detikcom.

Yanuar mengatakan melakukan digitalisasi bukan cuma mengubah bisnis menjadi online ataupun membuat aplikasi sejenisnya. Kuncinya memikat hati pelanggan. Misalnya saja, digitalisasi sistem pembayaran.

"Experience pelanggan itu yang penting mau perusahaan online dan offline dia harus perbaiki digital experience-nya, misalnya paling minim aja cara bayarnya. Saat ini, suatu toko bayarnya masih cash aja, kita pasti akan protes, pasti kalau ke toko offline apalagi pandemi maunya bayar digital kan," kata Yanuar.

Menurutnya, dengan digitalisasi ini akan membuat beberapa sektor bisnis diciutkan atau diminimalisir. Misalnya saja perbankan, dengan adanya kemudahan transaksi digital bisa saja ke depannya kantor perbankan makin berkurang.

Kantor yang masih berdiri pun hanya menyisakan sedikit pegawai, mungkin hanya manager dan security saja untuk melayani kebutuhan khusus konsumen.

"Mereka ini tidak bisa hilang, tapi diminimalisir. Artinya perbankan pun tinggal branch manager dan security misalnya di kantor-kantor, untuk transaksi selebihnya by mesin, by online," papar Yanuar.

Sektor ritel juga menjadi salah satu yang diminimalisir menurut Yanuar. Ritel-ritel diprediksi akan menambah official store-nya secara online, bisa jadi toko-toko dan gerai resmi berbentuk fisik akan berkurang.

(hal/zlf)