Meramal Nasib Ekonomi RI Setelah PPKM Diperpanjang

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 11:39 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diperpanjang lagi sampai 2 Agustus setelah sebelumnya diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Ekonom berpendapat ekonomi RI akan mengalami tekanan terus-menerus, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 diprediksi bisa minus.

"Ekonomi akan minus quarter on quarter. Q3/2021 minus dibandingkan Q2/2021. Mungkin bisa minus 0,5% sampai minus 1,5%. Secara keseluruhan, perkiraan saya pertumbuhan maksimal sekitar 1,2%," kata Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan kepada detikcom, Kamis (29/7/2021).

Tekanan terhadap ekonomi RI itu disebabkan juga karena tingginya kasus COVID-19. Anthony mengingatkan pemerintah, jika nantinya pembatasan dilonggarkan, protokol kesehatan juga harus diterapkan secara ketat.

"Sangat tidak etis jika pemerintah memberi prioritas ekonomi tapi mengorbankan banyak nyawa," katanya.

Sementara, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan kemungkinan terburuk pertumbuhan ekonomi 2021 bakal minus, dia memperkirakan dikisaran -0,5% sampai 2%. Mengingat pemulihan ekonomi masih melambat selama pandemi masih bergulir.

"Kemungkinan terburuk masih akan terjadi resesi di 2021," kata Bhima.

Untuk itu, Bhima mengatakan pemulihan ekonomi tahun ini waktunya tidak banyak. Maka pemulihan ekonomi tergantung seberapa cepat realisasi anggaran belanja pemerintah di sisa kuartal ke III dan IV dan tentu vaksinasi juga harus dipercepat.

"Jika PPKM berlanjut di kuartal ke IV tentu seluruh variabel ekonomi akan melemah khususnya konsumsi rumah tangga dan investasi," kata dia.

Sebelumya, Sri Mulyani mengungkapkan ada dua skenario terburuk dalam pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV yakni skenario berat dan moderat. Skenario berat, jika pengetatan mobilitas mencapai 30-50% dan berlangsung hingga Agustus maka pertumbuhan ekonomi bisa turun ke angka 4%.

"Skenario yang berat dimana kita harus melakukan penurunan mobilitas hingga sampai 50% dan lamanya sampai bulan Agustus dan normalisasi baru terjadi kita bisa turun pada pertumbuhan 4 sampai 4,6% di kuartal 3 dan 4," ujar Sri Mulyani

Skenario moderat, Sri Mulyani menyebutkan, pemulihan ekonomi bisa dilakukan di bulan Agustus. Sehingga proyeksi pertumbuhan ekonomi menguat ke angka 5%.

"Kalau skenarionya moderat di mana kita bisa menyelesaikan dan menjaga pemulihan dari mobilitas ini di mana penyebaran covid bisa terkendali sampai dengan akhir Juli dan kemudian Agustus bisa normal kembali maka kita berharap pertumbuhan di kuartal III bertahan di atas 5% dan menguat kembali di kuartal keempat," jelasnya.

Dengan dua skenario tersebut maka proyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia berada di kisaran 3,7% sampai 4,5%.

(das/das)