Derita Pedagang Pecel Lele: Terlilit Utang-Mobil Ditarik Leasing

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 13:55 WIB
Parasnya Manis, Penjual Pecel Lele di Fatmawati Ini Dipuji oleh Netizen
Derita Pedagang Pecel Lele: Terlilit Utang-Mobil Ditarik Leasing
Jakarta -

Omzet pedagang pecel lele dan seafood anjlok imbas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan 4, semula PPKM darurat. Jika biasanya pedagang bisa mengantongi Rp 5 juta/hari, sekarang dapat Rp 1 juta saja sudah luar biasa.

"Saya sudah keliling semua Jabodetabek, jeritan anggota-anggota seperti apa, bahkan saya sendiri pun sama, omzet yang tadinya Rp 5 juta sekarang dapat Rp 1 juta Alhamdulillah," kata Ketua Paguyuban Pecel Lele Dan Seafood Brebes (PPSB) Fery Zona Tri kepada detikcom, Kamis (29/7/2021).

Dia menjelaskan bahwa pemilik warung pecel lele memiliki banyak tanggungan, mulai dari angsuran motor dan mobil, hingga pinjaman di perbankan. Menurutnya saat ini banyak pemilik warung pecel lele yang terlilit utang.

Mereka terlilit utang karena kebijakan PPKM ikut membatasi operasional warung-warung makan pinggir jalan, mulai dari kapasitas, jam operasional hingga durasi makan pelanggan.

"Saya sendiri saja dari tadi ditelepon bank, tidak mau tahu dari perbankan, ditagih terus. Sedangkan saya untuk menghidupkan usaha tidak boleh berkembang, ramai jadi masalah sepi jadi masalah kan," tuturnya.

Fery mengatakan memiliki 6 warung pecel lele dan seafood. Semula dia mempekerjakan sekitar 7 sampai 8 pegawai di tiap warung. Kini di tengah situasi sulit dia hanya mempekerjakan 3 orang setiap harinya. Pegawai yang lain dipekerjakan bergantian tiap bulannya.

"Saya terus terang saja mobil sudah ditarik (leasing) kemarin bulan yang lalu ya, kan saya nggak kuat kan, nggak kuat cicilannya walaupun kelas Rp 5 juta," tambahnya.

Dia menerangkan, setidaknya 500 warung pecel lele di Jabodetabek sudah gulung tikar. Sebanyak 2 ribu pegawai terpaksa nganggur.

Pihaknya pun berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan agar mereka mendapatkan berbagai keringanan, mulai dari peniadaan cicilan pinjaman dan cicilan kendaraan dalam jangka waktu tertentu, serta pemutihan BI Checking dan bunga tertunggak yang ditanggung para pelaku usaha.

(toy/fdl)