Orang Kaya Jual-jual Aset Mewah, Bukti Pandemi Tak Pandang Bulu

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 16:38 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah berdampak besar pada ekonomi masyarakat. Bahkan banyak orang kaya banyak yang menjual aset mewahnya dengan harga miring. Ekonom berpendapat dampak pandemi memang tidak pandang bulu.

Center for Strategic and International Studies (CSIS), Fajar Hirawan mengatakan fenomena orang kaya yang menjual asetnya di masa pandemi ini menjadi bukti, kondisi pandemi saat ini ternyata bukan hanya berdampak pada orang menengah ke bawah tetapi juga berimbas ke orang menengah ke atas.

"Ini sebenarnya wajar, cycle ekonomi tau cycle bisnis saja, tetapi dalam kondisi krisis pandemi saat ini memang tidak pandang bulu bukan hanya orang menengah ke bawah, kita bisa melihat sendiri bahwa orang menengah ke atas juga memiliki dampaknya," kata Fajar, kepada detikcom, Kamis (29/7/2021).

Jadi, menurut Fajar sebenarnya orang kaya yang menjual asetnya itu wajar terutama jika memang punya kendala dalam keuangannya.

"Pada dasarnya orang menengah ke atas mulai menjual beberapa asetnya ya itu wajar, dalam artian dalam pandemi, krisis ekonomi ini mereka padasarnya punya pilihan untuk membuat aset-aset itu lebih produktif, misalnya dipindahkan ke instrumen lain," lanjutnya.

Menjual aset itu menjadi keunggulan bagi orang kaya saat kekurangan uang di masa pandemi ini. Fajar menjelaskan dengan menjual aset itu orang kaya bisa menempatkan asetnya ke instrumen keuangan yang lebih menguntungkan.

"Perbedaan orang-orang kaya ini atau orang menengah ke atas ini memiliki keunggulan yaitu dengan memiliki aset. Jadi ketika mereka memiliki kendala dalam hal likuiditas mereka tinggal menjual aset-asetnya saja dan akhirnya memiliki uang yang bisa mereka tempatkan di instrumen lain," tutup Fajar.

(das/das)