Orang Kaya Ramai-ramai Obral Rumah-Kapal Pesiar, Dompetnya Kempes?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 21:00 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi COVID-19 sepertinya membuat keuangan orang kaya melorot. Buktinya, setelah ramai menjual rumah mewah dan moge dengan harga miring, kini kapal pesiar mulai diobral di aplikasi jual-beli online.

Hasil penelusuran detikcom, Kamis (29/7/2021) di salah aplikasi jual-beli online, akun Yvonne Tjie menjual kapal pesiar seharga Rp 3.250.000.000. Harga itu disebutkan masih bisa dinegosiasi.

Penjual juga mengunggah foto fisik kapal pesiar hingga fasilitas yang ada di dalamnya. Kapal pesiar yang disebut diproduksi pada 2011 itu memiliki fasilitas 8 tempat tidur, 1 kamar mandi, full AC, dapur, dan beberapa fasilitas yang masih ada.

"Bed Room = 8 Person, Bath Room = 1 Unit, Full AC = 4 Unit, Freezer / Kulkas / Show Chase / Dispenser msg-msg = 1 unit, Kitchen Set / Oven / Kompor Gas, Sound System Komplit, Navigasi Komplit, Zodiac = 1 unit utk 6 person, Life Craft = 20 Person," tulis penjual dalam deskripsi.

Rumah mewah hingga kapal pesiar yang kini dijual murah, menjadi bukti dampak pandemi tidak pandang bulu. Center for Strategic and International Studies (CSIS), Fajar Hirawan mengatakan kondisi pandemi bukan hanya berdampak pada orang menengah ke bawah tetapi juga berimbas ke orang menengah ke atas.

"Ini sebenarnya wajar, cycle ekonomi tau cycle bisnis saja, tetapi dalam kondisi krisis pandemi saat ini memang tidak pandang bulu bukan hanya orang menengah ke bawah, kita bisa melihat sendiri bahwa orang menengah ke atas juga memiliki dampaknya," kata Fajar, kepada detikcom,

Namun, di masa krisis pandemi ini apa tetap ada yang beli aset mewah itu? Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho mengatakan masa pandemi ini tidak semua orang mengalami kondisi keuangan dan bisnis yang buruk. Beberapa konglomerat bahkan bisnisnya melesat tinggi.

"Nah bagi orang-orang dengan kondisi itu, tentu ketika mereka melihat ada barang mahal yang dijual dengan harga miring, mereka bisa jadi tertarik untuk membelinya," kata Andi.

(das/das)