Jumlah Penumpang Anjlok, MRT Dapat Duit dari Mana Dong?

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 30 Jul 2021 10:51 WIB
PSBB ketat mulai berlaku di DKI Jakarta untuk menekan laju penularan virus Corona. Sejumlah transportasi massal seperti MRT juga melakukan penyesuaian.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Akibat PPKM Darurat jumlah penumpang MRT Jakarta merosot, tentu pendapatan tiket ikut anjlok. Untuk itu PT MRT Jakarta meningkatkan pendapatan non fare box atau non tiket.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta William Sabandar melaporkan pendapatan non tiket MRT Jakarta yang terkumpul sebanyak Rp 258 miliar atau 57,58% dari target tahun ini sebesar Rp 450 miliar. William mengungkap pendapatan non tiket juga yang menyelamatkan bisnis MRT selama pandemi tahun lalu

"Non fare box 2019 Rp 207 miliar, kemudian 2020 dalam kondisi pandemi kita bisa naik di Rp 382,67 miliar jadi tahun lalu yang menyelamatkan bisnis kita ini di bisnis non fare box. Karena tahun lalu pendapatan readership kita sudah menurun kita targetkan 100 ribu penumpang yang kita dapat 70 ribu," jelas William dalam Forum Jurnalis secara virtual, Jumat (30/7/2021).

Adapun pendapatan non fare box yang dilakukan MRT Jakarta yakni meningkatkan periklanan dalam dan luar stasiun, kerja sama layanan Telco, kerja sama penamaan stasiun, kerja sama payment gateway, dan retail.

William optimis pendapatan non fare box ini bisa memenuhi target Rp 450 miliar. Karena selama PPKM Darurat, pihak MRT Jakarta tetap membuka mitra atau kerja sama dalam bisnis non fare box.

"Kami memaksimalkan CTVT, bangunan yang dimanfaatkan untuk iklan, kemudian kami juga telah mendapatkan mitra baru selain Dana, LinkAja, Ovo, GoPay yang terbaru Astra Pay," tambahnya.

Kemudian, MRT Jakarta juga telah membangun co-working space, satu di Bundaran HI dan co-working space di Blok M BCA. Kapasitas co-working ini sebanyak 26 orang yang memiliki fasilitas seperti kantor.

"Jadi nanti setelah PPKM akan kami luncurkan. Kami juga melakukan efisiensi anggaran dan dipastikan tidak terlampau, kalau bisa berhemat," kata Wiliam.

Sebagai informasi, selama PPKM Darurat hingga level 3-4 jumlah rata-rata penumpang harian MRT Jakarta hanya 10% atau 4.450 dari target normal sebesar 40.000.

Kemudian, jumlah penumpang total MRT Jakarta selama bulan Juli sebanyak 124.593. Jumlah itu merosot jauh dari jumlah penumpang bulan Juni 680.571 dengan rata-rata hariannya 22.686 penumpang.



Simak Video "Paguyuban PKL Malioboro Tolak Adanya Demo PPKM, Trauma Terjadi Rusuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)