Airlangga Minta Produksi Vaksin Merah Putih Digas

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 30 Jul 2021 22:17 WIB
Infografis Vaksin Merah Putih
Ilustrasi/Foto: detikcom
Jakarta -

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto meminta produksi Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga Surabaya bekerja sama dengan Eikjman agar dipercepat.

Dia mengatakan, percepatan itu harus dilakukan karena beberapa faktor dari mulai melepas ketergantung RI terhadap impor vaksin hingga persiapan dari pandemi ke endemi.

"Tentu kita melihat bahwa ke depan, kita perlu mempunyai kemampuan untuk memproduksi vaksin, oleh karena itu pemerintah berharap vaksin yang diinisiasi oleh Unair ini bisa di percepat," kata Airlangga dalam acara Faculty of Medicine Universitas Airlangga di YouTube, Jumat (30/7/2021).

Dia juga mengungkapkan alasan lain mengapa RI perlu memproduksi vaksin secara mandiri, yaitu adanya perilaku vaccice nationalism (nasionalisme vaksin). Di mana negara lain akan memprioritaskan vaksin yang diproduksinya untuk warga negaranya sendiri.

"Yang sekarang terjadi adalah vaccine nationalism, diberikan kepada prioritas ke negara masing-masing," ujarnya.

Airlangga mengatakan, bahkan ada fenomena vaksin geopolitik. Negara lain mensyaratkan bagi warga luar harus menggunakan vaksin asal negara mereka.

"Bahkan terjadi vaksin geopolitik untuk ke China harus gunakan vaksin China untuk ke negara lain misalnya Eropa harus menggunakan vaksin Eropa sehingga tangan kita mungkin mesti di suntik lebih 2 kali. Jadi sertifikasi itu yang menghalangi," sambungnya.

Kemudian, Airlangga menegaskan, di Tanah Air tidak boleh ada vaksin yang dipolitikkan. Pemerintah juga terbuka lebar bagi berbagai pihak yang berminat untuk melakukan produksi vaksin COVID-19.

"Oleh karena itu pemerintah mendorong bahwa vaksinasi ini tidak boleh dipolitikkan dan tidak boleh ada nasional politik. Dan kemudian kita meminta agar vaksin menjadi public... bisa diproduksi oleh siapa saja," imbuhya.

"Pemerintah terus mencari kesempatan agar kita bisa memproduksi vaksin baik itu riset di dalam negeri tentu terutama sekali lagi pemerintah sangat berharap pada eijkman dan Unair, di samping itu ada beberapa inisiatif juga yang dilakukan perusahaan farmasi swasta," pungkasnya.

(hns/hns)