Objek Wisata Gunung Kuniran Dijual! Pemilik Tak Mampu Bayar Gaji Karyawan

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 31 Jul 2021 12:46 WIB
Obyek Wisata Gunung Kuniran dijual
Objek Wisata Gunung Kuniran Dijual! Pemilik Tak Mampu Bayar Gaji Karyawan
Jakarta -

Terjangan pandemi COVID-19 hingga adanya penerapan PPKM membuat banyak pelaku usaha tak mampu membayar pegawainya. Kondisi ini dialami oleh Pemilik objek wisata Gunung Kuniran, Rahmat Prasetyo.

Karena tempat usahanya sepi hingga tak sanggup membayar karyawan, ia terpaksa harus menjual objek wisata Gunung Kuniran di Dusun Pandu, Desa Hargorejo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rahmat menjual lahan miliknya seluas 2,8 hektare beserta sertifikat hak milik (SHM).

"Rencananya saya jual hanya 1,5 hektare sampai dengan dua hektare. Namun, jika ada pembeli atau investor yang berminat membeli seluruhnya, bisa saja dilakukan. Namun, dengan sejumlah syarat," kata Rahmat dikutip dari Antara, seperti ditulis Sabtu (31/7/2021).

Ia mengatakan harga tanah ditawarkan Rp 500 ribu per meter. Namun, angka tersebut tidak mutlak. Artinya, masih bisa terjadi negosiasi dengan calon pembeli. Namun demikian, sampai saat ini belum ada investor maupun calon pembeli yang serius bertransaksi dengannya.

Syarat dijual seluruhnya, yakni investor harus melibatkan masyarakat di sekitar objek wisata Gunung Kuniran. Selama ini, masyarakat juga berkontribusi terhadap kemajuan objek wisata Gunung Kuniran yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari Kota Wates.

"Selama ini kami libatkan warga yang berada di sekitar lokasi objek wisata Gunung Kuniran. Mereka tergabung dalam paguyuban Gunung Kuniran yang beranggotakan sekitar 45 orang. Saya ingin warga tetap dilibatkan dalam pengelolaan objek wisata gunung Kuniran. Walaupun, nanti kepemilikannya bukan lagi atas nama saya," kata Rahmat.

Rahmat mengatakan objek wisata Gunung Kuniran sudah beroperasi sejak 2018 lalu. Gunung Kuniran sendiri sebenarnya belum utuh menjadi sebuah destinasi wisata. Namun, dirinya tidak bisa melanjutkan pengembangan karena stok cadangan uang objek wisata Gunung Kuniran semakin menipis.

"Pengembangan belum 100 persen. Fokus di pembangunan jalan. Paling bisa dikatakan baru 15%. Padahal, pengembangan kawasan Gunung Kuniran membutuhkan biaya yang besar. Objek wisata Gunung Kuniran tidak hanya menyajikan spot foto, tapi juga kuliner, outbound, hingga tempat minum kopi," kata Rahmat.

Lantas, apa tanggapan pemerintah setempat terkait kondisi ini? klik halaman berikutnya.