Giant Tutup Permanen Mulai Besok, Barang Sisa Akan Dimusnahkan

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 31 Jul 2021 16:30 WIB
Giant BSD Diserbu Pengunjung
Giant Tutup Permanen Mulai Besok, Barang Sisa Akan Dimusnahkan
Jakarta -

Seluruh gerai Giant tutup per akhir Juli 2021. Artinya mulai besok 1 Agustus tidak ada lagi gerai Giant yang beroperasi. Barang-barang sisa yang rusak pun akan dimusnahkan oleh pihak manajemen.

"Untuk barang, yang tidak terjual karena kondisi tidak layak jual seluruhnya akan dimusnahkan," Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket, Diky Risbianto melalui pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (31/7/2021).

Namun dia tak menjelaskan barang-barang yang masih dalam kondisi baik tapi tak terjual akan dioper ke gerai Hero atau dikemanakan. Pihak manajemen, yakni PT Hero Supermarket Tbk sudah jauh-jauh hari mengumumkan penutupan seluruh gerai Giant pada akhir Juli 2021.

"Betul, sesuai dengan yang telah kami sampaikan sebelumnya, seluruh Gerai Giant akan berhenti beroperasi pada akhir Juli 2021," tambahnya.

"Masih ada beberapa gerai yang hari ini beroperasi," sambungnya.

Seluruh gerai supermarket Giant yang ditutup totalnya ada 395 gerai. Perusahaan induk Giant, PT Hero Supermarket bakal fokus mengembangkan IKEA, Guardian, hingga Hero Supermarket. Diky menyatakan potensi pertumbuhan dari tiga brand tersebut lebih tinggi dibandingkan Giant.

"Kami melihat potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dari IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Kami akan memfokuskan investasi kami dalam proses pengembangan ketiga brand tersebut," ungkap Diky kepada detikcom, 26 Mei 2021 lalu.

Diky mengatakan perusahaan sudah melakukan peninjauan strategis perusahaan, hasilnya pola belanja konsumen sudah beralih dari format hypermarket macam Giant.

Diky menilai justru potensi pertumbuhan yang baik dengan performa positif terdapat pada bisnis layanan furnitur rumah tangga, kecantikan dan kesehatan, dan pasar premium kebutuhan sehari-hari. Ketiganya ada di IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

"Berdasarkan tinjauan strategis perusahaan, kami melihat peralihan konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, kami melihat potensi pertumbuhan yang baik dan performa positif di sektor layanan furnitur rumah tangga yang disediakan IKEA," papar Diky.

"Kecantikan dan kesehatan melalui Guardian, serta pasar premium untuk kebutuhan sehari-hari melalui Hero Supermarket," lanjutnya.

(toy/fdl)