Jadi Tuan Rumah KTT G20, Ini Untungnya Bagi RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 01 Agu 2021 13:14 WIB
Jokowi di KTT G20 (Instagram @jokowi)
Foto: Jokowi di KTT G20 (Instagram @jokowi)
Jakarta -

Indonesia bakal menjadi tuan rumah dan Presiden pertemuan G20 pada 2022. Apa dampaknya bagi Indonesia?

Wakil Menteri Perdagangan Jerryu Sambuaga mengatakan, momentum ini bisa dimanfaatkan Indonesia untuk bangkit dari krisis akibat COVID-19. Keputusan RI menjadi tuang rumah dengan keputusan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-15 di Riyadh, Arab Saudi tahun 2020.

"Ini adalah kepercayaan yang luar biasa dari negara-negara G20 dan harus dimanfaatkan sebagai salah satu momentum kebangkitan ekonomi dan perdagangan," ujar Jerry dalam keterangannya, Minggu (1/8/2021).

Dengan presidensi Indonesia di G20 diharapkan Indonesia bisa memasukkan agenda-agenda khususnya berkaitan dan menjadi fokus keepentingan nasional saat ini. Indonesia sendiri mengusung tema `recover together recover stronger`.

Jerry menjelaskan, tema itu mencerminkan semangat bersama untuk pulih secara ekonomi dan kesehatan di antara negara-negara G20. Tahun ini ditargetkan menjadi tahun awal bagi bangkitnya ekonomi nasional maupun ekonomi dunia yang terdampak Covid-19. Sedangkan tahun 2022 diharapkan proses recovery akan berlangsung lebih cepat.

Jerry mengatakan bahwa pada masa pandemi, Indonesia melakukan langkah-langkah yang sangat baik khususnya dalam ekonomi dan perdagangan. Secara makro, ekonomi Indonesia relatif bisa melakukan mitigasi dampak covid.

Salah satu bentuknya adalah sejumlah perjanjian perdagangan luar negeri berhasil diratifikasi dan dirampungkan. Penyelesaian perjanjian perdagangan ini diharapkan bisa berdampak jangka panjang dalam meningkatkan pasar ekspor Indonesia, bukan hanya di negara-negara tradisional tetapi juga di pasar potensial lainnya.

"Kita berharap dengan penyelesaian banyak perjanjian perdagangan kontribusi ekspor Indonesia bagi PDB bisa meningkat terus", kata Wamendag.

Beberapa waktu yang lalu, Presiden Jokowi telah membentuk panitia nasional Presidensi Indonesia dalam G20. Tim ini terus melakukan rapat-rapat persiapan baik dalam persiapan konten maupun tempat penyelenggaraan. Belum diketahui daerah mana yang akan ditunjuk menjadi tempat penyelenggaraan tapi diprediksi di daerah-daerah pusat wisata seperti di Bali, Labuan Bajo atau Yogyakarta.

(hal/zlf)