Jurus Jitu Bikin Koperasi RI Makin Moncer Meski Dihimpit Pandemi

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 01 Agu 2021 12:34 WIB
Tuyul Online
Foto: Digitalisasi UMKM (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Pada 2020, kontribusi koperasi terhadap angka PDB nasional masih tergolong kecil. Sektor koperasi hanya memberikan kontribusi 5,1 persen terhadap perekonomian nasional.

Persentase tersebut berbanding jauh dengan kontribusi sektor usaha skala besar yang menyumbang hingga 38,9 persen terhadap PDB. Melihat kondisi tersebut, Kementerian Koperasi dan UMKM menargetkan kontribusi koperasi meningkat hingga 5,5 persen pada 2024 serta terwujudnya 500 koperasi modern sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Untuk mencapai hal tersebut, Kemenkop UMKM pun mengajak semua koperasi di Indonesia untuk memodernisasikan pelayanan dengan melahirkan inovasi-inovasi teknologi dan digital, sejalan dengan target transformasi koperasi nasional. Sebagai koperasi yang memiliki visi untuk menjadi yang terbaik dalam produk, sistem pelayanan manajemen, SDM dan IT Profesional, Kopnus bersama dengan PT Pos Indonesia melahirkan inovasi untuk para anggota yaitu aplikasi Kopnuspos.

"Sebagai bentuk kepedulian kami dalam mendorong kemajuan pelayanan perkoperasian Indonesia dan mendukung pemerintah untuk menciptakan koperasi-koperasi digital di Indonesia, Kopnus bersama PT. Pos Indonesia mengembangkan aplikasi yang dapat diakses oleh para anggota Kopsus dimana dan kapan saja," ujar Ketua Kopnuspos Indonesia Dedi Damhudi, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Disamping memberikan kemudahan bagi anggota, hadirnya Kopnuspos ini juga menjadi bentuk mitigasi dan mencegah penyebaran Covid-19 terhadap para anggota. Di dalam aplikasi ini, para anggota dapat mengakses layanan simpanan Kopnuspos seperti pembukaan rekening, setoran, penarikan, transfer, dan sebagainya.

"Anggota juga dapat mengakses simpanan berjangka dengan margin yang menguntungkan, yaitu sebesar 9,5 persen. Aplikasi Kopnuspos juga memberikan pelayanan menarik lainnya seperti pembayaran online ke semua tagihan seperti listrik, PDAM, BPJS Kesehatan, pinjaman dan lainnya, serta pembelian pulsa seluler seluruh provider dan pembayaran serta pembelian pulsa PLN," ucapnya.

Menurutnya, semua pelayanan koperasi hadir dalam satu aplikasi, jadi semua anggota tidak perlu pusing. Ketika anggota ingin mengakses pelayanan di aplikasi ini, otomatis mereka tetap aman dari Covid-19.

"Tinggal stay di rumah, akses aplikasi Kopnuspos dan pelayanan akan dapat diperoleh secara cepat dan aman. Kopnuspos juga menghadirkan pelayanan lainnya yang menarik, seperti transfer dana cukup dengan QR, transaksi lebih dari satu rekening, dan lainnya," kata Dedi.

Dedi menilai bahwa dengan adanya penggunaan teknologi, semua pelayanan koperasi dapat berjalan dengan efektif. Selain dapat menekan beban uang dan waktu, keterlibatan teknologi digital dalam pelayanan juga dapat menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak ragu menggunakan jasa koperasi dalam setiap aktivitas keuangan mereka.

"Saya berharap dengan adanya Kopnuspos ini, akan menjadi motivasi bagi koperasi-koperasi lainnya di Indonesia untuk segera menghadirkan digital dalam program pelayanan mereka. Sehingga semakin banyak koperasi yang go digital, akan semakin besar kontribusi koperasi bagi PDB nasional di masa yang akan datang," tutup Dedi.

(das/dna)