BPS Ungkap Kenapa Orang Ogah Divaksin, Ternyata Ini Alasannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 02 Agu 2021 13:34 WIB
Guna menangani pandemi, berbagai cara dilakukan secara bersama-sama. Seperti ini salah satu upaya vaksinasi yang dilakukan dengan gotong royong.
Foto: dok. Pemda Bekasi
Jakarta -

Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap alasan orang tak mengikuti vaksinasi COVID-19. Dari survei yang telah dilakukan BPS secara online, setidaknya ada 6 alasan yang membuat responden belum divaksin.

Dari data yang disajikan Kepala BPS Margo Yuwono dipaparkan, sebanyak 21,2% menyatakan sudah terjadwal tetapi belum waktunya. Kemudian, sebanyak 26,3% masih mencari lokasi yang menyediakan kuota vaksin.

Sebanyak 15,8% tidak mau atau khawatir efek samping. Lalu, sebanyak 4,2% tidak mau karena tidak percaya efektivitas vaksin.

"Dari hasil survei menunjukkan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang belum melakukan vaksinasi. Itu alasannya karena khawatir dengan efek samping atau tidak percaya kepada efektivitas vaksin itu mencapai 20% dari responden yang belum melakukan vaksin," kata Margo dalam konferensi pers, Senin (2/8/2021).

Angka tersebut berasal dari responden yang belum vaksinasi COVID-19. Kemudian, sebanyak 32,5% karena alasan lainnya seperti faktor kesehatan, hamil, dan lain-lain.

"Ini adalah khusus responden yang belum melakukan vaksin, kalau ditanya alasan kenapa belum melakukan vaksin itu sebanyak 20% khawatir karena efek samping dan juga tidak percaya kepada efektivitas vaksin," tambahnya.

BPS sendiri baru saja melakukan survei online terkait perilaku masyarakat pada masa PPKM darurat.

Survei ini dilakukan pada 13-20 Juli 2021 dengan responden yang terlibat sebanyak 212.762 orang. Adapun metode yang digunakan ialah non probability sampling yang disebarkan secara berantai (snowball).

Simak juga video '6 Indikator Ini Tunjukkan Ekonomi Indonesia Mulai Pulih':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/fdl)