Sudah Tahu? Ini Alasan Kenapa Giant Tutup Permanen

Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 08:57 WIB
Seluruh gerai resmi Giant tutup permanen per akhir Juli 2021. Mulai hari ini, Minggu (1/8) tidak ada lagi gerai Giant yang beroperasi.
Foto: Andhika Prasetia/Detikcom
Jakarta -

Seluruh gerai Giant telah ditutup secara permanen sejak akhir Juli 2021 kemarin. Artinya, sejak 1 Agustus kemarin, sudah tidak ada lagi gerai Giant yang beroperasi.

Sedangkan untuk seluruh sisa barang yang rusak dan tidak terjual hingga akhir Juli kemarin akan dimusnahkan oleh pihak manajemen.

"Untuk barang, yang tidak terjual karena kondisi tidak layak jual seluruhnya akan dimusnahkan," Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket, Diky Risbianto melalui pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (31/7/2021).

Namun dia tak menjelaskan barang-barang yang masih dalam kondisi baik tapi tak terjual akan dioper ke gerai Hero atau di kemanakan. Pihak manajemen, yakni PT Hero Supermarket Tbk sudah jauh-jauh hari mengumumkan penutupan seluruh gerai Giant pada akhir Juli 2021.

"Betul, sesuai dengan yang telah kami sampaikan sebelumnya, seluruh Gerai Giant akan berhenti beroperasi pada akhir Juli 2021," tambahnya.

Seluruh gerai supermarket Giant yang ditutup totalnya ada 395 gerai. Perusahaan induk Giant, PT Hero Supermarket bakal fokus mengembangkan IKEA, Guardian, hingga Hero Supermarket. Diky menyatakan potensi pertumbuhan dari tiga brand tersebut lebih tinggi dibandingkan Giant.

"Kami melihat potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dari IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Kami akan memfokuskan investasi kami dalam proses pengembangan ketiga brand tersebut," ungkap Diky kepada detikcom, 26 Mei 2021 lalu.

Diky mengatakan perusahaan sudah melakukan peninjauan strategis perusahaan, hasilnya pola belanja konsumen sudah beralih dari format hypermarket macam Giant.

Diky menilai justru potensi pertumbuhan yang baik dengan performa positif terdapat pada bisnis layanan furnitur rumah tangga, kecantikan dan kesehatan, dan pasar premium kebutuhan sehari-hari. Ketiganya ada di IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

"Berdasarkan tinjauan strategis perusahaan, kami melihat peralihan konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, kami melihat potensi pertumbuhan yang baik dan performa positif di sektor layanan furnitur rumah tangga yang disediakan IKEA," papar Diky.

Setelah itu pihak manajemen setuju untuk menjangkau pasar penjualan produk kecantikan dan kesehatan melalui Guardian, serta pasar premium untuk kebutuhan sehari-hari melalui Hero Supermarket menggantikan Giant.



Simak Video "Menguji Adrenalin di Wahana Giant Swing Trans Studio Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)