Mobil Hingga Sepatu Nike Diprediksi Bakal Langka, Kok Bisa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 10:17 WIB
Nike
Mobil sampai Sepatu Nike Diprediksi Bakal Langka, Kok Bisa?
Jakarta -

Pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif dalam rantai pasok sejumlah barang. Imbasnya, sejumlah barang seperti mobil, kopi, chip komputer, hingga sepatu Nike diproyeksi sulit ditemukan alias langka dalam beberapa waktu ke depan.

Dikutip dari CNN, Selasa (3/8/2021), Goldman Sachs menyatakan pada pekan ini bahwa inventaris mobil baru tidak akan pulih hingga September dan akan tetap jauh di bawah tingkat sebelum pandemi hingga akhir tahun depan.

Goldman Sachs memperkirakan, persediaan mobil baru akan turun lebih jauh pada Agustus menjadi sekitar 1 juta kendaraan sebelum mulai meningkat pada September. Selanjutnya, perusahaan memperkirakan, harga mobil baru akan terus naik selama beberapa bulan ke depan dan puncaknya sekitar 6% di atas harga pra pandemi menjelang akhir tahun ini.

Permasalahan itu dipicu karena kurangnya chip komputer secara global yang mengontrol lusinan fungsi di semua kendaraan modern. Demikian juga dengan kopi. Harga komoditas ini diperkirakan akan naik karena kurangnya pasokan imbas cuaca buruk di Brazil.

Meski demikian, harga telah naik bahkan sebelum musim dingin. Kenaikan itu dipicu sejumlah alasan termasuk cuaca kering Brazil, protes di Kolombia dan kenaikkan biaya kontainer.

"Jika harga ini tetap tinggi, maka mereka harus diteruskan ke konsumen," kata Carlos Mera, yang mengepalai tim pasar komoditas pertanian Rabobank dan ahli harga kopi.

Kondisi serupa terjadi pada chip komputer di mana kekurangan ini tak ada tanda-tanda melambat. Intel mengingatkan awal bulan ini bahwa kurangnya pasokan semi konduktor global telah melumpuhkan industri otomotif dan menaikkan biaya beberapa barang elektronik konsumen. Hal tersebut diperkirakan berlangsung hingga pertengahan tahun 2023.

"Meskipun saya memperkirakan kelangkaan akan mencapai titik terendah pada paruh kedua (2021), akan dibutuhkan satu hingga dua tahun lagi sebelum industri dapat sepenuhnya memenuhi permintaan," kata CEO Patrick Gelsinger baru-baru ini.

Lihat juga Video: Kontroversi 'Sepatu Setan' Isi Darah Lil Nas X: Diprotes, Dituntut Nike

[Gambas:Video 20detik]