Sri Mulyani Girang, Surat Utang Laku Keras Dibeli Rakyat Sendiri

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 11:25 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku bahagia mendengar hasil penerbitan surat utang ritel (saving bond ritel/SBR) seri SBR010. Satu hal yang membuatnya senang, jumlah pembeli surat utang ritel meningkat drastis.

Pemerintah sendiri meraup dana Rp 7.500.118.000.000 dari penerbitan SBR010 itu. Angka itu melampaui target awal sebesar Rp 5 triliun.

"Coba dilihat angkanya bahkan sampai digit Rp 118 juta. Kenapa karena kami membukanya dalam bentuk denominasi yang cukup kecil, sehingga Anda semuanya merasa comfortable untuk bisa investasi. Jadi tidak ada bayangan kalau saya mau investasi di dalam surat berharga negara atau bonds kayaknya harus punya uang yang puluhan miliar atau puluhan juta. Nggak, ternyata Anda dengan hanya didominasi satu juta bisa melakukan," ucapnya dalam Virtual Opening Like It (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan), Selasa (3/8/2021).

Nah yang membuat Sri Mulyani girang adalah, jumlah investor ritel yang membeli SBR010 mencapai 23.337 investor. Dari angka itu sebanyak 9.068 ada investor baru.

"Yang betul-betul membuat kita juga gembira ada 9.068 investor baru, atau 38,9% dari jumlah investornya ini adalah investor baru. Artinya mereka baru pertama kali mungkin membeli SBR atau surat berharga negara," terangnya.

Investor ritel itu kata Sri Mulyani tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dia mengaku sangat menghargai para investor itu, meskipun perlu disadari juga bahwa para investor itu juga membutuhkan instrumen investasi yang baik dan bisa dipercaya.

Sri Mulyani mengatakan, penjualan SBR010 itu memecahkan rekor penjualan tertinggi seri SBR non tradable, baik secara nominal penjualan maupun jumlah investor yang membelinya. Padahal SBR non tradable tidak bisa diperdagangkan, artinya investor harus percaya dengan instrumen tersebut hingga jatuh tempo pembayaran.

"Jumlah investornya maupun jumlah nominal yang kita terbitkan memecahkan rekor tertinggi. Ini sesuatu yang sangat bagus dan memberikan harapan bahwa edukasi dan literasi keuangan menyebabkan basis investor ritel kita makin tinggi dan kesadaran terhadap investasi yang aman juga akan semakin meningkat," ucapnya.

Dengan semakin banyaknya investor lokal yang membeli surat utang negara, maka Sri Mulyani yakin ekonomi Indonesia akan lebih stabil. Sebab sumber utang tetap dari dalam negeri dan tidak terpengaruh jika ada gejolak global maupun regional.

"Ini penting karena kadang-kadang kita sedang fokus untuk membangun, namun kemudian ada perubahan di belahan bumi lain namun dia bisa mempengaruhi perekonomian kita. Oleh karena itu pedalaman dan juga memperluas investor terutama di level ritel menjadi penting dan ini hanya bisa dilakukan kalau kita melakukan edukasi dan literasi keuangan," tuturnya.

Lihat Video: Ulah Varian Delta Bikin Dana Pemulihan Ekonomi Perlu Tambahan Rp 55,2 T

[Gambas:Video 20detik]



(das/eds)