PPKM Diperpanjang, Siap-siap Ekonomi RI Minus Lagi di Kuartal III

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 13:07 WIB
Pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021 masih memiliki tantangan besar. COVID-19 masih menjadi faktor ketidakpastian alias hantu pemulihan ekonomi.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3-4. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2021 diprediksi negatif.

Directur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhustira mengatakan dengan adanya PPKM akan menurunkan tingkat konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III akan terjun hingga minus 2%.

"Bisa diperkirakan di kuartal ke III sebesar minus 1% sampai dengan minus 2%, setelah kuartal II mengalami pemulihan semu. Ekonomi sempat positif tapi temporer," kata Bhima kepada detikcom, Selasa (2/8/2021).

Menurutnya, tak menutup kemungkinan target pertumbuhan ekonomi 2021 akan direvisi kembali. Resesi seperti tahun lalu bisa kembali terjadi jika tidak dilakukan antisipasi.

"Lihat saja nanti target pertumbuhan ekonomi 2021 akan direvisi berkali-kali. Jebakan resesi yang berulang akan terjadi kalau antisipasinya terlambat," ujarnya.

Sementara itu, Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengatakan, pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek dipastikan akan turun. Namun, jika PPKM dapat menurunkan laju penyebaran COVID-19 maka pemulihan juga dapat berjalan optimal.

"Ekonomi untuk jangka pendek turun, tapi kalau PPKM berhasil maka akan recovery cepat (huruf V). Kalau PPKM tidak berhasil, recovery akan makan waktu panjang. Target pertumbuhan pasti akan direvisi lagi ke bawah," kata Anthony.

Anthony mengatakan, pembatasan tahun ini lebih longgar dari tahun lalu karena aturan yang tidak terlalu ketat. Dari data prediksi PEPS yang dibuat memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III diprediksi negatif 0,1% sedangkan secara tahunan tumbuh 1,2%.

Kondisi tersebut akan berbeda jika tidak diiringi dengan penurunan kasus. "Tapi, kasus COVID-19 juga tidak reda, maka akan makan waktu panjang untuk pemulihan kesehatan dan ekonomi, kalau berlangsung terus seperti begini, tahun 2022 bisa masuk resesi lagi," ujarnya.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 minus 0,74%. Ekonomi Indonesia masih minus sejak tahun lalu. Sedangkan ekonomi kuartal II-2021 diprediksi bisa positif.

(ara/ara)