Investasi Bodong Merajalela, Sri Mulyani: Mereka Kreatif, Hati-hati!

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 14:23 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut mengingatkan masyarakat tentang bahaya maraknya penipuan investasi alias investasi bodong. Oleh karena itu literasi dan edukasi industri keuangan harus terus ditingkatkan.

Sri Mulyani menjelaskan, dalam kasus penipuan investasi atau investasi bodong seringkali masyarakat terjebak dengan iming-iming imbal hasil yang besar. Padahal return yang tinggi dibarengi dengan risiko yang tinggi.

"Ini yang sering terjadi, masyarakat diberikan janji-janji, iming-iming entah itu dalam bentuk rate of return, entah bentuk yang lain. Kemudian ternyata uangnya hilang dan itu adalah merupakan suatu kejahatan," ucapnya dalam Virtual Opening Like It (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan), Selasa (3/8/2021).

Oleh karena itu, lanjut Sri Mulyani, penting dilakukan edukasi untuk menjaga masyarakat dari ancaman penipuan investasi.

Memang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa melakukan kewenangannya untuk memberantas hal itu. Namun menurut Sri Mulyani itu tidak cukup, karena pelaku penipuan investasi ataupun investasi bodong sangat banyak dengan ide-ide baru.

"Tentu otoritas seperti OJK akan melakukan langkah-langkah untuk terus menertibkan. Namun jumlah orang yang ingin mengincar dana Anda itu sangat banyak dan mereka terus muncul, mereka kreatif, mereka ada di sekitar anda, jadi harus hati-hati," tegasnya.

Oleh karena itu, upaya yang harus dilakukan adalah terus melakukan edukasi, inklusi dan literasi kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat tak mudah diiming-imingi janji manis pelaku penipuan investasi.

"Tingkat inklusi keuangan kita ingin kita tingkatkan dari 76,19% ke 90% pada tahun 2024. Itu artinya kita hanya punya waktu sedikit untuk terus meningkatkan inklusi keuangan," tutupnya.

Simak juga video 'Menkeu: Sangat Sulit Pulihkan Ekonomi Sebelum Credit Growth Juga Pulih':

[Gambas:Video 20detik]



(das/eds)