Punya Produk tapi Kurang Laku?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 15:35 WIB
Bisnis online
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Membangun sebuah brand atau merek sangat penting bagi para pelaku UMKM. Brand dapat membantu sebuah produk menarik perhatian masyarakat. Brand juga akan membuat pelanggan mudah ingat terhadap sebuah produk, dan juga menciptakan ciri khas.

Menurut CEO Rorokenes Syanaz Nadya Winanto membangun sebuah brand agar menarik perhatian masyarakat sebetulnya tidak sulit, apalagi saat ini informasi apapun bisa ditemukan dengan mudah.

Rorokenes sendiri merupakan label tas anyaman kulit dari Semarang, Jawa Tengah. Tas Rorokenes telah mendunia hingga ke Jepang, Singapura, Amerika, Prancis, dan Hong Kong.

"Bisa nggak brand kita berkompetisi? Jelas bisa, apalagi sekarang dunia ada di ujung jari kita. Informasi semua mudah dicari sekarang, termasuk untuk memasarkan produk kita," ungkap Syanaz dalam Festival Ide Bisnis Xpora yang diselenggarakan detikcom dan BNI, Selasa (3/8/2021).

Menurutnya, memang sebelum membuat brand pelaku usaha macam dirinya harus berhasil membuat produk yang bagus dan kalau bisa memenuhi berbagai standardisasi di dunia.

Nah dalam membangun sebuah brand menurutnya analisa pasar sangat penting. Syanaz pun mengatakan analisa pasar paling mudah saat ini bisa menggunakan Instagram ataupun Facebook, di sana menurutnya pelaku usaha bisa melihat produknya mendapatkan pasar seperti apa.

"Sekarang sudah ada Instagram dan Facebook, fitur bisnisnya itu di sana bahkan bisa survey dan ada data analisisnya. Kita bisa dapat gambaran market yang bisa kita masuki dan market yang sudah kita captive seperti apa," ungkap Syanaz.

"Jadi ada logikanya, nggak cuma prediksi-prediksi saja buat ambil keputusan," katanya.

Di sisi lain, menurutnya brand yang kekinian adalah brand yang memiliki dampak sosial. Dengan menimbulkan dampak sosial yang besar di masyarakat brand akan mudah menarik perhatian.

"Branding kekinian adalah branding yang punya impact sosial, produk kekinian adalah yang memiliki dampak langsung ke masyarakat," kata Syanaz.

Syanaz mengatakan contoh dampak sosial paling minim adalah pelaku usaha bisa menarik sebanyak-banyaknya dan memberdayakan masyarakat sekitar tempat usaha. Dengan begini maka kesadaran akan merek yang baik akan tumbuh di masyarakat.

"Contohnya kita mesti memanusiakan manusia, memberdayakan banyak pekerja dan menciptakan environment yang aman bagi mereka. Meskipun mereka lulusan SMP misalnya tapi bisa tumbuh bersama," ujar Syanaz.

"Makin banyak impact makin dikenal brand kita di tengah masyarakat," katanya.

(hal/dna)