Gegara Artikel Game, Harta Bos Tencent Ma Huateng Lenyap Rp 46 T Sehari

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 04 Agu 2021 13:45 WIB
Ma Huateng
Ma Huateng/Foto: Getty Images
Jakarta -

Pendiri Tencent, Ma Huateng atau yang akrab dikenal Pony Ma kehilangan harta kekayaannya sebesar US$ 3,2 miliar atau setara Rp 46 triliun (kurs dolar Rp 14.317) dalam sehari.

Kejadian tersebut terjadi setelah media pemerintah mengecam game online, sehingga memicu kekhawatiran investor terhadap video game Tencent dan lainnya. Akibatnya mereka akan berada di bawah pengawasan ketat regulator China.

Saham Tencent di Bursa Hong Kong ditutup 6% lebih rendah pada Selasa (3/8/2021) setelah merosot 11% saat pertama kali artikel tersebut terbit di hari yang sama.

Diketahui, artikel tersebut dirilis sebuah unit dari Kantor Berita Xinhua yang menyalahkan game online karena menyebabkan masalah seperti kecanduan dan miopia, serta menyamakannya dengan 'opium spiritual' dan 'obat-obatan elektronik'. Artikel itu kemudian dihapus dari situs, tetapi tetap terbit versi cetak.

"Beberapa siswa menghabiskan delapan jam sehari bermain 'Honor of Kings' Tencent, menurut tangkapan layar cerita. Tidak ada industri atau olahraga yang dapat berkembang dengan menghancurkan seluruh generasi," tulis artikel tersebut seperti dikutip dari Forbes, Rabu (4/8/2021).

Seorang juru bicara Tencent mengatakan, perusahaan menolak berkomentar lebih jauh mengenai kabar tersebut. Sementara raksasa game NetEase, yang sahamnya terdaftar di Hong Kong juga anjlok hampir 16% sebelum akhirnya ditutup terkoreksi 8%. Mereka juga enggan berkomentar.

Pendiri miliarder NetEase William Lei Ding kehilangan US$ 2,3 miliar atau setara dengan Rp 33 triliun. Sementara salah satu pendiri Tencent lainnya, Zhang Zhidong, kekayaannya turun US$ 1,1 miliar atau Rp 15,8 triliun.

Setelah artikel tersebut terbit, Tencent menyoroti upayanya untuk melindungi anak di bawah umur. Dalam sebuah posting yang diterbitkan melalui akun WeChat resminya, perusahaan mengatakan telah mengurangi jam bermain game maksimum pengguna di bawah umur pada hari kerja dari 1,5 jam menjadi 1 jam per hari.

Selain itu, melarang siswa sekolah dasar melakukan pembelian dalam game, dan menerapkan langkah-langkah yang lebih ketat dalam mencegah anak di bawah umur menggunakan akun game untuk dewasa. Menurut DZT, Pembelian dari pengguna di bawah umur menyumbang kurang dari 15% dari industri game seluler China.

Simak juga video 'Deretan Orang Terkaya Dunia yang Merugi Rp 642 T Dalam Sepekan':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)