Jelang Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi, RI Keluar dari Resesi?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 10:08 WIB
Kondisi Jalan Sudirman Jakarta yang sepi saat PPKM Darurat
Foto: Tiara Aliya/detikcom
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 akan diumumkan hari ini, Kamis (5/8/2021), oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pengumuman ini dinantikan karena menjadi penentuan apakah Indonesia akan keluar dari jurang resesi atau tidak.

Indonesia sendiri sejak tahun lalu terjun ke dalam jurang resesi imbas dari pandemi COVID-19 yang meradang. Indonesia tercatat resmi resesi di kuartal III-2020 setelah mencatatkan kontraksi pertumbuhan ekonomi berturut-turut selama dua kuartal.

Rincinya, di kuartal II ekonomi Indonesia mulai kontraksi sebesar 5,32%, kemudian di kuartal III ekonomi masih terkontraksi di level 3,49%. Dengan begitu, Indonesia resmi resesi.

Meski terlihat ada perbaikan, ekonomi Indonesia di kuartal IV-2020 juga masih minus 2,19%. Di awal tahun Indonesia membuka pertumbuhan ekonomi di kuartal I minus 0,74%.

Namun kuartal II ini, perbaikan ekonomi dari kondisi resesi nampaknya di depan mata. Pemerintah sangat yakin ekonomi kuartal II tumbuh positif, bahkan menyentuh level 7%.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkali-kali mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di level positif 7% pada kuartal II-2021. Lebih baik dari kuartal I yang masih minus 0,74%.

"Kita semua optimis di kuartal kedua dari sebelumnya kuartal satu minus 0,74%. Kita optimis kuartal kedua tumbuh insyaallah kurang lebih 7%," papar Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Munas Kadin VIII, Rabu (30/6/20210).

Dia pun memaparkan beberapa indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini, yang dinilai Jokowi dipenuhi optimisme. Misalnya saja purchasing manager index manufaktur yang sudah mencapai 55,3% di bulan Mei. Jumlahnya melonjak jauh, bahkan dari sebelum pandemi yang menurutnya berada di angka 51%.

Kemudian dia mengatakan data perdagangan Indonesia juga mulai menunjukkan pertumbuhan, misalnya ekspor yang tumbuh hingga 58%, impor bahan baku tumbuh 79%, impor barang modal tumbuh 35%, hingga penggunaan listrik industri pun tumbuh 28%.

Lebih lanjut dari sisi permintaan, indeks kepercayaan konsumen pun sudah menyentuh angka 104,4 poin. Lalu indeks mobilitas masyarakat melonjak menjadi 5,2 poin. Indeks penjualan ritel juga tumbuh 12,9%. Konsumsi juga naik, penjualan kendaraan niaga misalnya tumbuh hingga 783% dan konsumsi semen tumbuh 19,2%.

Nah jika ekonomi tumbuh positif di kuartal II-2021, maka Indonesia bisa keluar dari resesi.



Simak Video "Indonesia Masih Resesi! Ekonomi Kuartal I 2021 Minus 0,74%"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/ang)