Cheetos hingga Lays Terakhir Beredar Agustus, Ini Lho Penyebabnya

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 15:06 WIB
Jakarta -

Siapa yang tidak tahu cemilan Cheetos, Lays, dan Doritos? Bulan ini, menjadi bulan terakhir ketiga cemilan itu beredar di pasaran. Lho, kenapa ya?

Produsen Cheetos, Lays, hingga Doritos di Indonesia adalah PT Indofood Fritolay Makmur (IFL). Perusahaan itu bisa memproduksi Cheetos cs karena dikuasai oleh pemilik merek cemilan itu, Fritolay Netherland Holding B.V., afiliasi dari PepsiCo.

Nah, pada Februari lalu seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) dibeli PT Indofood CBP (ICBP) Sukses Makmur Tbk. Apabila seluruh saham IFL dibeli oleh ICBP, maka otomatis kontrak dengan PepsiCo terputus.

PepsiCo akhirnya juga dilarang memproduksi mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia. Termasuk merek yang terkenal di Indonesia yakni Cheetos, Lays, dan Doritos

Total saham IFL yang dibeli ICBP mencapai Rp 494 miliar atau sebanyak 49% dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL. Kini, kepemilikan saham ICBP dalam IFL menjadi 99,99% dari total seluruh saham yang diterbitkan IFL.

Hal itu diumumkan oleh Corporate Secretary ICBP Gideon A. Putro dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi BEI Februari lalu.

"Sehubungan dengan dilakukannya transaksi, maka IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo, yang harus sudah diselesaikan dalam waktu 6 bulan dari sejak tanggal dilakukannya transaksi," tulis dia.

Maka, jika dihitung dari tanggal transaksi Februari lalu, maka mulai Agustus 2021 ini produksi PepsiCo seperti Lay, Doritos, hingga Cheetos harus setop. Bulan ini menjadi bulan terakhir tiga merek itu beredar di Indonesia.

Alasan kenapa ICBP membeli seluruh saham IFL, awalnya karena tawaran dari Fritolay untuk memborong sahamnya. Menurut perusahaan, IFL memiliki potensi pertumbuhan yang baik dan merek-merek produksinya juga sudah terkenal di pasaran Indonesia.

"Mempertimbangkan pentingnya kegiatan usaha makanan ringan (seperti Cheetos) di dalam portofolio perseroan mengingat potensi pertumbuhan yang baik dan posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar di kategori ini. Maka perseroan memutuskan untuk menerima tawaran yang diajukan oleh Fritolay," kata Gideon.

(ara/ara)