Rentetan Kejanggalan Berbuntut 2 Direktur Alfamart Dilaporkan ke Polisi

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 15:41 WIB
alfamart
Ilustrasi/Foto: Kartika Tarigan
Jakarta -

Pihak pembeli waralaba Alfamart, CV Andalus Makmur Indonesia buka suara setelah melaporkan 2 direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) ke polisi. Melalui kuasa hukumnya Jimmy Manurung, CV Andalus menjelaskan duduk perkaranya.

Dijelaskan, Andalus Makmur Indonesia adalah pembeli hak usaha waralaba yang merasa dirugikan oleh pihak Alfamart dan akhirnya melaporkan dua direktur perusahaan jaringan minimarket tersebut ke Polda Metro Jaya.

Direktur yang dilaporkan adalah Soeng Peter Suryadi dan Tomin Widian. Laporan disampaikan pada 6 Juni 2021 di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

"Kami melaporkan mereka berdua karena tanda tangan di perjanjian waralaba," kata Jimmy melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (5/8/2021).

Pihaknya pun menceritakan kronologinya, yakni berawal pada 19 September 2013, ketika Sumber Alfaria Trijaya dan CV Andalus Makmur Indonesia yang diwakili Ihlen Manurung menandatangani perjanjian waralaba.

Pada awal kerja sama, CV Andalus Makmur Indonesia menandatangani perjanjian kontrak dibawah tangan dan tidak diakta notarialkan dengan Sumber Alfaria Trijaya.

Kemudian, selama lima tahun operasional, klien dari Jimmy itu merasa banyak kejanggalan, sesuai dengan isi kontrak seharusnya CV Andalus Makmur Indonesia sebagai franchisee (pemegang hak waralaba) diberikan pelatihan cara mengelola toko, namun menurut Jimmy, Alfamart justru yang mengelola sendiri toko tersebut tanpa melibatkan kliennya sama sekali.

"Jadi klien kami seperti pasif," katanya.