Ganjar Ganti Mobil Dinas untuk Angkut Beras

Khoirul Anam - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 18:25 WIB
Ganjar Pranowo
Foto: istimewa
Jakarta -

Gubernur Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengganti kendaraan dinasnya dari Toyota Innova menjadi Nissan Navara. Hal ini terlihat ketika Ganjar mengecek penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di sejumlah daerah di Jateng.

Diketahui, Ganjar identik dengan mobil dinas Toyota Innova. Sejak dilantik menjadi gubernur pada 2013 lalu, Ganjar selalu memakai Toyota Innova berwarna hitam.

Sopir Ganjar, Arfan, mengatakan bahwa Ganjar memang memintanya mengganti Navara dan mengistirahatkan mobil dinas lamanya untuk sementara waktu. Menurutnya, hal ini bukan karena bosan, melainkan Ganjar menginginkan kendaraan yang memiliki bagasi lebih besar untuk membawa sejumlah sembako.

"Bapak yang minta ganti Navara. Katanya biar bisa membawa sembako di bagasi," kata Arfan dalam keterangannya, Kamis (5/8/2021).

Sebagai informasi, mobil dinas Ganjar selalu membawa sejumlah barang yang ditaruh di bagian bagasi belakang. Barang bawaan tersebut meliputi, beras, minyak goreng, mie instan, sarden, vitamin dan berbagai kebutuhan lain. Adapun barang-barang itu selalu diberikan Ganjar kepada warga yang membutuhkan.

Hal ini terlihat ketika Ganjar melihat pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Grobogan pada Selasa (3/8) lalu. Ganjar langsung meminta ajudannya menurunkan beras dan sembako lain untuk dibantukan pada warga yang rumahnya baru diperbaiki.

Selain itu, saat Ganjar menengok warga Solo yang juga baru mendapat bantuan RTLH pada hari ini. Ganjar meminta ajudannya menurunkan sembako dari mobil dinas untuk diberikan pada warga.

Ganjar juga membagikan sembako ketika mengecek pembagian BST di Boyolali. Ia langsung meminta ajudannya memberikan beras saat mendapati lansia yang tengah mengambil bantuan tersebut.

Salah satu penerima beras dari Ganjar adalah Sukiyem, warga Boyolali. Saat mengambil BST di kantor kecamatan, Sukiyem mengatakan pada Ganjar bahwa bantuan itu akan digunakan untuk beli beras.

"Ngge tumbas uwos, Pak (buat beli beras, Pak)," katanya.

Adapun Ganjar mengatakan bahwa sejumlah pejabat di sekitarnya kebingungan karena tak melihatnya membawa beras atau melihat kendaraan lain dengan muatan sembako.

"Itu mobil saya sekarang saya isi beras, sembako, dan lainnya. Buat bantu-bantu masyarakat. Mas tolong mbahnya ini dikasih beras ya," terang Ganjar.

Sementara itu, Arfan mengaku memahami kebiasaan Ganjar selama ini. Sehingga, ia mengaku perlu menyiapkan sembako di mobil dinas tersebut setiap ada jadwal Ganjar kunjungan ke luar kota.

"Jadi, kalau Bapak mau kunjungan ke daerah-daerah, saya selalu menyiapkan sembako di mobil. Soalnya pasti ditanyakan saat ada warga yang membutuhkan, Bapak selalu kasih," imbuh Arfan.

Lebih lanjut, Arfan memaparkan bahwa Ganjar selalu duduk di kursi depan setiap menaiki mobil dinas tersebut. Sementara itu, kursi tengah digunakan untuk ajudannya.

Menurutnya, hal ini membuat beberapa kepala daerah keliru saat menyambut Ganjar. Mereka berdiri di samping pintu tengah bagian mobil, sedangkan yang keluar dari dalam mobil tersebut adalah ajudan.

"Sering sekali seperti itu, mereka nunggu di depan pintu tengah mobil, eh yang keluar ajudan. Bapak senyum-senyum saja saat keluar dari pintu depan," kenangnya.



Simak Video "Diisukan Tak Disukai DPC PDIP, Ganjar: Malah Nggak Tahu Saya"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)