Mentan Pamer Sektor Pertanian Kebal COVID, Tumbuh 14% di Kuartal II-2021

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 19:25 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pastikan cadangan pangan Indonesia cukup hingga April 2020 mendatang. Untuk beras Kementan memastikan surplus.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim sektor pertanian masih dalam kondisi aman alias tidak terpengaruh pandemi COVID-19 di kuartal II-2021. Hal itu dia buktikan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di mana sektor pertanian menghasilkan pertumbuhan ekonomi di atas 10%.

"Bahwa masalah pertanian baik dalam data triwulan I sampai IV tahun 2020 menunjukkan tren yang terus membaik dan terus terjaga oleh kita semua. Kemudian memasuki triwulan I pada 2021 menuju triwulan II baik data maupun faktualisasi lapangan semua menunjukkan kendali yang baik dan terus mengalami peningkatan tren yang baik," kata Syahrul dalam konferensi pers pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2021, Kamis (5/8/2021).

"Pertama seirng pertumbuhan menurut lapangan usaha untuk triwulan II 2021, pertanian masih tumbuh PDB 14,27%. Ini menunjukkan bahwa tidak pernah kami minus, terus mengalami pertumbuhan," ujarnya menambahkan.

Selain itu, Syahrul juga menjabarkan mengenai nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha petani per Juni 2021 masing-masing berada di atas 100, yaitu 103,59 dan 103,88.

Di sisi ekspor sektor pertanian, kata dia, sektor pertanian tumbuh pada kuartal 1-2021 sebanyak 40,29% dibandingkan tahun lalu di periode yang sama menjadi Rp 277,95 miliar.

"Agustus ini kita akan melakukan Merdeka Ekspor pada 17 pintu yang ada secara nasional dan trennya perjalanan ekspor di sektor pertanian masih cukup terbuka baik," ujarnya.

Politikus Partai Nasdem itu pun bilang kalau penggunaan kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor pertanian terus membaik. Target tahun ini, KUR Rp 70 triliun dan sudah terpakai Rp 43,6 triliun. "Dan kelihatannya ini menjadi sandaran dari sektor pertanian yang terus bertumbuh di lapangan," tuturnya.

Dari 5 bidang di sektor pertanian, peternakan hingga perkebunan tumbuh di atas 4%. Namun, ada penurunan di sektor tanaman pangan. "Karena di kuartal I musim tanam satu sudah panen dan tetapi di musim tanam kedua Agustus ke Desember akan panen dan akan bertumbuh sangat pesat," tandasnya.

(dna/dna)