Karyawan Uber Harus Vaksinasi, Pengemudi Nggak Wajib

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 22:19 WIB
Ilustrasi Uber
Foto: Reuters
Jakarta -

Uber mewajibkan vaksinasi kepada seluruh karyawannya di Amerika Serikat (AS) sebelum akhir tahun ini. Tapi mandatori itu hanya untuk karyawan kantornya saja, tidak dengan para pengemudinya.

CEO Uber Dara Khosrowshahi pun menjelaskan mengenai kebijakan perusahaan itu. Salah satu pertimbangannya para pengemudi Uber jumlahnya cukup besar dan diharapkan mereka menjalankan tanggung jawabnya masing-masing.

"Angkanya mencapai ratusan juta, yang sedang kita bicarakan pengendara dan," kata Khosrowshahi dikutip dari CNBC, Kamis (5/8/2021).

Uber belum membagikan angka terbaru tentang berapa banyak pengemudi yang dimilikinya. Namun dia mengatakan bahwa Uber setidaknya melayani 1,51 miliar perjalanan di platformnya sepanjang kuartal II-2021.

"Saya pikir mandat ini, jika didorong, harus didorong oleh pemerintah lokal atau federal. Dan apa pun amanat yang disampaikan, kami berusaha semaksimal mungkin untuk mendukung," tambahnya.

Uber telah menggelontorkan dana untuk program promosi vaksinasi publik, termasuk menawarkan tumpangan gratis ke tempat vaksinasi. Misi ini dianggap penting bagi perusahaan, karena diyakini jika semakin banyak orang yang divaksin semakin banyak pula orang yang kembali bepergian menggunakan layanan Uber.

Selain itu Uber juga menerapkan kebijakan yang mengurangi penyebaran virus COVID-19, seperti mewajibkan pemakaian masker dan meminta pelanggan untuk membiarkan jendela mereka terbuka agar sirkulasi udara di dalam mobil berganti.

"Kami pikir desakan yang kami dukung sepenuhnya adalah agar pemerintah membuat orang divaksinasi secepat mungkin sehingga kami dapat hidup kembali," katanya.

Khosrowshahi mengatakan perlu dipikirkan untuk mewajibkan semua pengendara dan pengemudi untuk divaksinasi.

(das/hns)