Layanan Digital Makin Naik Daun saat Pandemi, Ini Buktinya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 17:43 WIB
Fintech
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta -

Penggunaan layanan digital terus tumbuh di tengah pandemi COVID-19. Untuk itu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengajak komunitas startup nasional untuk terus berinovasi dan lebih agresif dalam memanfaatkan peluang tersebut.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan di masa pandemi, layanan digital dan e-commerce menjadi pilihan kebanyakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian. Beberapa sektor startup seperti healthtech, e-groceries, marketplace dan logistik mengalami pertumbuhan permintaan yang signifikan.

"Tidak hanya startup retail, peranan startup berbasis UMKM juga sangat membantu sektor UMKM beradaptasi dengan perubahan. Untuk dapat menjaga momentum baik di industri startup ini, para pelaku startup perlu untuk terus berinovasi dan menciptakan produk dan layanan yang dapat menjawab permasalahan dan tantangan masyarakat yang semakin beragam ke depannya," katanya, Jumat (6/8/2021).

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah terus berupaya mendorong percepatan transformasi digital dalam tiga elemen esensial yaitu Pemerintahan, Ekonomi dan Masyarakat melalui sebuah framework Indonesia Digital Nation.

"Dalam konteks ini, Kominfo tengah berfokus pada perluasan jaringan infrastruktur broadband dan pemanfaatan teknologi digital mencakup penyelesaian pembangunan BTS untuk koneksi 4G di seluruh Indonesia, dan persiapan implementasi 5G. Sementara Infrastruktur Aplikasi menyasar pada fasilitasi dan akselerasi pada sektor - sektor prioritas nasional dengan pengembangan solusi digital berbasis aplikasi," kata Semuel.

Berdasarkan Laporan Google, Temasek dan Bain yang bertajuk e-Conomy SEA 2020 menyebutkan nilai ekonomi digital di Indonesia tumbuh 11 persen dibandingkan tahun 2019. Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) juga memperkirakan sekitar 37% dari konsumen digital Indonesia tahun 2020 merupakan konsumen baru yang beralih ke layanan digital akibat pandemi COVID-19.