Terpopuler Sepekan

Ini Asal-usul 'Duit Rp 2 T' Akidi Tio yang Diduga Cuma Prank

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 07 Agu 2021 13:45 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Ilustrasi/Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Kabar bantuan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio untuk membantu menangani pandemi COVID-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) membuat heboh Tanah Air. Hingga hari ini, bantuan tersebut tak terealisasi dan kabar terbaru menyebutkan bahwa polisi tengah memeriksa motif Heriyanty, selaku anak Akidi Tio.

"Dengan adanya saldo tak mencukupi, tentunya penyidik melakukan penyelidikan terhadap peristiwa ini. Dan kemudian penyidik akan mencari apa motifnya dan apa maksudnya kepada 'yang punya iktikad baik' untuk menyumbang penanganan COVID-19 di Sumatera Selatan ini," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Kamis lalu (5/8/2021).

Jika sumbangan Rp 2 triliun ada, maka inilah dugaan asal-usul uang tersebut.

Asal-usul dana hibah Rp 2 triliun dari Akidi Tio diduga hasil bisnis di Singapura dan Hong Kong. Hal itu diungkap oleh orang terdekat dari anak Akidi Tio melalui tulisan blog pribadi Eks Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

"Uang itu hasil usaha Aki dengan partner bisnis di Singapura dan Hong Kong," tulis Dahlan Iskan dikutip dari disway.id, Sabtu (31/7/2021).

Diungkapkan juga bahwa Akidi Tio memiliki aset berupa gedung. Harta Akidi Tio yang berada di Singapura dan Hong Kong itu juga diketahui oleh ketujuh anaknya. Namun ternyata selain Heryanti, yang lainnya putus harapan untuk mencairkan uang tersebut.

"Uang itu tidak akan bisa dicairkan. Kalau toh bisa harus dengan usaha yang luar biasa dan biaya yang besar," ujar Dahlan," sambung Dahlan.

Dahlan mengatakan, sebenarnya ada cerita khusus bagaimana anak Akidi Tio, Heryanti mengetahui Ayahnya memiliki uang di Singapura dan Hong Kong. "Kelak juga akan saya ceritakan," tulis Dahlan.

Teman terdekat Heryanti yang dihubungi oleh Dahlan pun menceritakan pernah meminjamkan uang sebesar Rp 3 miliar kepada Heryanti untuk biaya mencairkan uang Akidi Tio di Singapura dan Hong Kong.

Tidak hanya itu, teman Heryanti itu juga mengatakan pernah mendampingi Heryanti ke Singapura dan Hong Kong untuk mengurus pencairan uang Akidi Tio.

(eds/eds)