Nego Cicilan Utang ke Lessor Pesawat, Lion Air Pulangkan 6 Armada

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 07 Agu 2021 18:15 WIB
Pembersihan dan pengecekan rutin pesawat maskapai Lion Air Group.
Foto: (dok Lion Air Group)
Jakarta -

Lion Air Group saat ini mengoperasikan pesawat udara melalui dua skema atau pola. Pertama finance lease yakni sewa beli dan kedua operating lease atau sewa pesawat udara.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan selama pengoperasiannya pihak Lion Air menghormati kesepakatan kontrak dengan menjalankan seluruh kewajiban pembayaran dan pemeliharaan pesawat udara.

Danang menyebut dalam kondisi dan situasi masa waspada pandemi COVID-19 Lion Air Group melakukan penyesuaian yang berdampak ke bisnis. Salah satunya adalah restrukturisasi dengan pihak atau mitra Lion Air Group.

Dia menjelaskan keputusan ini untuk memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan. "Dari 299 armada pesawat udara yang dioperasikan baik skema finance lease maupun operating lease ada 6 armada yang dikirim ke Alice Spring, Australia, lokasi yang disepakati bersama lessor," kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu (7/8/2021).

Danang menambahkan Lion Air Group juga sudah melakukan negosiasi dengan semua mitra, 90% ada kesepakatan serta solusi terbaik di tengah masa waspada pandemi ini.

"Lion Air Group menilai (menurut hemat kami) tepat dan menjadi salah satu solusi terbaik, mengingat kondisi pasar (market) yang ada saat ini mengalami penurunan sehingga perlu mengurangi jumlah pesawat udara," jelas dia.

Danang mengungkapkan hal ini memberikan dampak lebih efisien serta mampu menyesuaikan kapasitas angkut penumpang dan kargo. Kemudian mendukung operasional dan kinerja Lion Air Group, karena setelah proses direstrukturisasi, biaya mengalami penurunan.

Menurut dia Lion Air Group menghormati berbagai sikap yang diambil atas keputusan berdasarkan prosedur dan ketentuan berlaku sejalan mengutamakan asas profesionalitas bisnis (corporate to corporate) yang telah terjalin selama ini.

Lion Air Group memastikan operasional dan layanan penerbangan tetap dijalankan sesuai permintaan pasar dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan sesuai pedoman protokol kesehatan.

Pesawat udara yang ada dan belum dioperasikan tetap dilakukan proses perawatan pesawat udara dan pengerjaan lain berdasarkan standar operasional prosedur. Hal ini memastikan dan dipersiapkan bahwa seluruh armada dinyatakan layak dan aman diterbangkan (airworthiness for flight).

"Lion Air Group optimis, pasar penerbangan di Indonesia (pasar domestik) masih ada dan akan terus tumbuh mendatang," jelas dia.

(kil/eds)