Bahlil ke Jokowi: Kalau OSS Ada Trouble, Saya dan Indosat Tanggung Jawab!

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 09 Agu 2021 10:56 WIB
Jakarta -

Sistem perizinan online terpadu atau Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko sudah resmi diluncurkan setelah dirancang oleh perusahaan seluler PT. Indosat Tbk (ISAT). Peluncuran itu dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di hadapan Jokowi, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa OSS dapat memudahkan semua proses perizinan di manapun masyarakat berada selama ada internet.

"Kami jujur sampaikan yang kerjakan ini adalah Indosat, jadi bukan perusahaan kaleng-kaleng Pak (Jokowi). Kalau ada trouble, Indosat dan kami sebagai Menteri Investasi yang akan bertanggung jawab," kata Bahlil dalam peluncuran sistem OSS Berbasis Risiko, Senin (9/8/2021).

Bahlil menjelaskan penyempurnaan OSS setelah diberlakukannya Undang-undang (UU) Cipta Kerja dengan melibatkan 18 Kementerian Lembaga (KL). Sehingga seluruh izin yang dibutuhkan kalangan dunia usaha sudah bisa diakses lewat aplikasi ini.

"Kami laporkan aplikasi ini sudah mulai kami tes sejak rabu kemarin, dan alhamdulillah sudah stabil," ujarnya.

Aplikasi ini menghubungkan ada 4 aspek. Pertama, aplikasi ruang lingkup kabupaten/kota, kedua, aplikasi provinsi, ketiga untuk K/L dan keempat aplikasi yang ada di Kementerian Investasi.

Meski begitu, Bahlil mengakui jika kemungkinan ada kendala dalam pelaksanaan OSS terutama untuk daerah yang belum terkoneksi internet dan listrik. Seiring berjalannya waktu, layanan OSS disebut akan terus berkembang.

"Dalam implementasi ini kami akan yakin ada kendala-kendala terutama di daerah-daerah yang belum ada listriknya, atau listriknya ada setengah hari. Jadi tak semua wilayah Indonesia sudah berlistrik juga," tutur Bahlil.

"Kemudian ada daerah mohon maaf jaringan internet belum memadai. caranya gimana? Online full dan semi online. Jadi kalau daerah yang listrik 6 jam per hari, dia akan urus izin pada saat listrik dinyalakan. Untuk daerah yang belum ada listrik, internet, ini yang sedang kami rumuskan, dengan Indosat agar implementasi dari OSS berjalan" tutupnya.

(aid/zlf)