Dua Tahun Pandemi, Nasabah Pegadaian Bertambah 3 Juta Orang

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Selasa, 10 Agu 2021 14:40 WIB
Pandemi Corona membuat sejumlah warga terpaksa menggadaikan harta benda untuk memnuhi kebutuhan hidup. Mulai dari emas hingga kendaraan.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT Pegadaian (Persero) mencatat kenaikan nasabah sebesar 21,4%. Dari yang semula 15 juta orang pada 30 Juni 2020, bertambah menjadi 18 juta orang pada 30 Juni 2021.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan penambahan nasabah ini turut mendorong pertumbuhan omset bisnis gadai sebesar 6,1% dari Rp 75,57 triliun menjadi Rp 80,18 triliun. Adapun kenaikan omset tersebut terdiri dari gadai konvensional yang naik 5,9% dari Rp 64,21 triliun menjadi Rp 67,98 triliun dan gadai syariah naik 7,4% dari Rp 11,36 triliun menjadi Rp 12,2 triliun.

Meski begitu menurutnya, pertumbuhan kinerja bisnis tersebut tidak serta merta berdampak positif pada kinerja keuangan. Kuswiyoto mengatakan berdasarkan laporan keuangan PT Pegadaian (Persero) dan Entitas Anak perseroan tercatat jumlah aset per 30 Juni 2021 turun 0,9% dari Rp 68,44 triliun per 30 Juni 2020 menjadi Rp 67,8 triliun per 30 Juni 2021.

Sedangkan pendapatan naik tipis dari Rp 10,13 triliun menjadi Rp 10,43 triliun, atau sebesar 2,9%. Sementara laba bersih menurun sebanyak 15% dari Rp 1,53 triliun menjadi Rp 1,3 triliun di semester I tahun 2021.

Diungkapkannya, pandemi COVID-19 cukup menghambat kinerja bisnis Pegadaian sehingga berdampak pada perlambatan kinerja keuangan. Namun demikian Ia bersyukur di tengah kesulitan ekonomi saat ini, Pegadaian terus memberikan solusi keuangan terbaik bagi masyarakat.

"Pertumbuhan nasabah yang mencapai 21,4% pada semester I/2021 tahun ini membuktikan bahwa Pegadaian tetap hadir sebagai sahabat masyarakat di tengah kesulitan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Kami tetap konsisten membantu masyarakat dengan produk dan layanan maupun program CSR yang bersentuhan langsung bagi mereka yang membutuhkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/8/2021).

Lebih lanjut, Kuswiyoto menyatakan situasi sulit akibat pandemi juga dialami oleh sebagian besar sektor bisnis baik usaha besar, UMKM, usaha Ultra Mikro maupun masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya membantu dengan memberikan kemudahan pada masyarakat, baik melalui produk Gadai Peduli yang tidak memungut bunga (bunga 0%), program restrukturisasi dan relaksasi, maupun penyaluran program subsidi bunga yang diluncurkan oleh pemerintah.

"Sebagai upaya mempermudah masyarakat mengakses produk dan layanan, Pegadaian mendukung program pembangunan ekosistem ultra mikro bersama BRI dan PNM. Selain itu, kami juga terus mengembangan kolaborasi dengan pihak swasta, koperasi, komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra lainnya. Tercatat, hingga saat ini sudah lebih dari 1000 mitra yang menjalin kerjasama dengan Pegadaian. Kami juga terus memperkuat aplikasi Pegadaian Digital sebagai sarana informasi yang aman, cepat dan akurat," pungkas Kuswiyoto.

(ega/hns)