Mal Langgar Prokes Selama PPKM? Mendag: Akan Tutup 3 Hari!

ADVERTISEMENT

Mal Langgar Prokes Selama PPKM? Mendag: Akan Tutup 3 Hari!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 10 Agu 2021 19:30 WIB
Jakarta -

Pemerintah membuka mal secara bertahap di beberapa daerah selama masa PPKM. Mal dibuka dengan kapasitas maksimal 25%, selain itu mal hanya dibuka untuk masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi.

Lalu, bagaimana cara pemerintah melakukan pengawasannya? Adakah sanksi yang ditetapkan bila pelanggaran dilakukan?

Menurut Menteri Perdagangan M Lutfi pengawasan dilakukan oleh para pengusaha sendiri, maksudnya dilakukan oleh asosiasi pusat belanja. Dia meminta pengelola mal agar mengatur operasional sesuai aturan, salah satunya adalah menjaga agar tidak ada keramaian timbul di mal.

"Ini kita bicarakan ke asosiasi, pemilik mal itu harus yg tanggung jawab. Tidak boleh keramaian, memastikan kegiatan itu jalan. Ini bagian sukarela agar kita mengamankan. Jadi pengawasan langsung ke asosiasi," ungkap Lutfi dalam kunjungannya ke Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (10/8/2021).

Menyoal sanksi bila ada pelanggaran, menurut Lutfi pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan asosiasi pengusaha mal. Dia mengatakan sudah ada negosiasi untuk menutup mal selama 3 hari bila ada pelanggaran.

"Sanksi sudah ada. Kita voluntary sama asosiasi dan pengelola mal, kalau ada pelanggaran yang punya mal itu akan menutup sendiri malnya. Negosiasinya akan tutup 3 hari kalau ada pelanggaran," kata Lutfi.

Di sisi lain, meskipun mal sudah dibuka, tidak semua orang bisa masuk mal. Dia menegaskan mal hanya dikunjungi oleh orang yang mau berbelanja bukan yang ingin menghibur diri apalagi sekedar 'nongkrong'.

"Nggak, nggak boleh nongkrong. Di level 3 dan 4, nggak boleh buat nongkrong. Kalau mau ke mal cuma buat orang belanja aja," ungkap Lutfi.

Lutfi juga mengatakan mal tidak bisa dikunjungi anak-anak di bawah 12 tahun dan juga orang tua di atas 70 tahun. Pengunjung yang diperbolehkan hanya yang sudah divaksinasi.

(hal/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT