Cek Penggantian Cantrang, Trenggono Janji Bangun Pelabuhan

Imam Suripto - detikFinance
Selasa, 10 Agu 2021 22:45 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan menjaga kesehatan laut dengan tidak lagi memperbolehkan alat tangkap cantrang beroperasi di perairan Indonesia. Komitmen ini ditujukannya dengan menyaksikan pemusnahan cantrang di Jawa Tengah.
Foto: Dok. KKP
Tegal -

Sebanyak 600 kapal nelayan Kota Tegal, Jawa Tengah, mengganti alat tangkap jenis cantrang dengan alat jaring tarik berkantong yang ramah lingkungan. Penggantian alat ini dilakukan secara simbolis pada Selasa (10/8/2021) di Pelabuhan Perikanan Jongor Kota Tegal dan disaksikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Penggantian alat tangkap ini ditandai dengan menggunting secara simbolik sebuah,jaring cantrang oleh Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono. Berikutnya setelah acara ini para nelayan tidak lagi memakai jaring cantrang dan akan menggunakan jaring tarik berkantong.

"Saya dengan Walikota dan Wakil Walikota Tegal bersama seluruh nelayan menunjukkan penggantian jaring cantrang dengan jaring tarik berkantong yang lebih ramah lingkungan," kata Trenggono

Penggantian ini merupakan bagian kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut. Sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat secara terus menerus secara berkelanjutan.

"Ini adalah bagian kepedulian berkelanjutan yang menjadi tujuan kita ke depan, bagaimana laut kita memberikan kesejahteraan bagi masyarakat secara berkelanjutan sampai anak keturunan kita Inilah yang menjadi komitmen dari nelayan di sini," terang Trenggono.

Menteri KP lebih lanjut mengungkap perbedaan antara cantrang dengan jaring tarik berkantong. Jaring tarik berkantong tetap lebar meskipun ditarik. Sehingga saat dipakai, ikan ikan kecil tidak tersangkut jaring. Sedangkan cantrang akan menyempit jika ditarik. Hal ini menyebabkan ikan kecil akan ikut tersangkut jaring.

"Perbedaanya antara cantrang dengan jaring tarik berkantong. Kalao jaring tarik tetap lebar kalau csntrang tidak ditarik aja sudah sempit," bebernya.

Ketua HNSI Kota Tegal, Riswanto mengatakan, keseluruhan ada sekitar 1000 kapal. Dari jumlah itu, hari ini sudah mengganti alat tangkap dengan jaring ramah lingkungan.

"Hari ini ada 600 kapal yang mengganti jaring menjadi ramah lingkungan. Sisanya akan dilakukan bertahap," tandasnya.

Lanjut ke halaman berikutnya soal janji bangun pelabuha , langsung klik

Trenggono berjanji Pelabuhan Kota Tegal, Jawa Tengah akan dibangun menjadi pelabuhan perikanan yang ikonik. Pembangunan ini ditargetkan akan dimulai tahun 2022 mendatang.

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Perikanan Tegalsari Kota Tegal, Selasa (10/8/2021) Trenggono menegaskan, pelabuhan tersebut akan menjadi lebih bersih dan higienis dari kondisi sekarang.

"Saya sudah koordinasi dengan Gubernur Jateng dan sudah setuju menyerahkan pelabuhan ke kementerian pusat. Maka saya sudah minta pada dirjen agar pelabuhan ini dibangun. Ini janji saya pada Walikota dan Wakil Walikota sama seluruh nelayan di sini supaya ini menjadi pelabuhan yang iconik, bersih dan bagus," bebernya kepada wartawan usai meninjau Pelabuhan Kota Tegal.

Dia pembangunan pelabuhan akan dilakukan sesegera mungkin sambil menunggu pembuatan desain selesai. Sakti memperkirakan jika proses pembuatan desain cepat selesai maka bisa mulai dibangun tahun 2022.

"Kalau bisa segera dilaksanakan, tapi harus kita buat dulu desainnya. Semoga akhir tahun ini sudah ada desain sehingga tahun 2022 bisa kita mulai pembangunanya," ungkapnya.

Menteri mengaku belum mengetahui anggaran pembangunan tersebut. Namun, imbuh menteri, dirinya optimis rencana tersebut akan segera terlaksana.

"Pelabuhan akan kita bikin se bagus mungkin. Saya sampai sekarang tidak tahu angkanya berapa," imbuh Menteri.

Menanggapi rencana pembangunan pelabuhan perikanan, Wakil Walikota Tegal, M Jumadi menimpali, kondisi pelabuhan saat ini terkesan kumuh dan tidak terurus. Pembangunan ini akan memberikan manfaat bagi para nelayan.

"Ini akan menjadi sejarah. Pelabuhan Kota Tegal akan menjadi pelabuhan paling bagus di Indonesia. Memang harus diakui, kondisinya memang jorok dan tidak terurus," kata Wakil Walikota Tegal.

Jumadi meneruskan, sebagai kota bahari, pelabuhan adalah ikon atau wajah dari Kota Tegal. Untuk itu, pihaknya sangat menyambut baik rencana pemhangunan pelabuhan tersebut.

(hns/hns)