Tegas! Buwas Bakal Pecat Pegawai Bulog yang Timbun Beras Bansos

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 12 Agu 2021 15:20 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas)
Tegas! Buwas Bakal Pecat Pegawai Bulog yang Timbun Beras Bansos
Jakarta -

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menegaskan akan memecat jajarannya yang melakukan penyelewengan terhadap bantuan sosial (BSB).

"Siapapun yang menyimpan di internal Bulog, yang menyimpan dengan unsur kesengajaan, maka pertama sudah pasti dipecat. Itu pasti! Kedua akan berhadapan dengan jalur hukum," ujar Buwas saat konferensi pers, di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Buwas menjelaskan pihaknya dengan jajaran Bulog terus mempertahankan komitmen yang telah dibangun untuk tetap melayani masyarakat selama PPM berlevel berlangsung.

"Saya sebagai Dirut Bulog dan jajaran sudah membangun komitmen, kita menandatangani integritas, komitmen kita itu melayani yang terbaik dengan standarnya," tegasnya.

Mengingat peluncuran beras program bantuan beras PPKM ini merupakan komitmen Bulog guna memenuhi misi negara selama pandemi COVID-19, jadi Buwas memastikan beras yang disalurkan berkualitas dan tepat waktu.

"Kami berjuang agar pelaksanan berjalan baik, lancar, tepat kualitas dan tepat waktu serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini adalah misi negara bukan misi bisnis, jadi bagaimanapun harus sukses karena tujuannya membantu masyarakat yang susah," imbuhnya.

Sebagai informasi, Bantuan Sosial Beras (BSB) ditargetkan dapat tersalur secara total ke 28,8 juta keluarga penerima. Sebelumnya tahap pertama sudah dilakukan dengan menyasar ke 20 juta keluarga penerima. Kini tahap kedua akan disalurkan sisanya sebanyak 8,8 juta keluarga penerima.

Buwas mengatakan targetnya, penyaluran beras tahap II ini akan selesai hingga 20 Agustus 2021. Itupun merupakan target terlama, mengingat penyaluran beras ke daerah-daerah pelosok memiliki medan yang sulit.

"Target awal itu paling cepat 17 Agustus, tapi paling lambat 20 Agustus. Karena kan penyaluran di pelosok itu tidak mudah, ada yang pakai sapi, kuda, atau perahu, pesawat udara. Jadi kalau nanti ada yang rusak ya langsung diganti. Kami kirim lagi," jelasnya.

(fdl/fdl)