ADVERTISEMENT

Taliban Berkuasa, Begini Kacau Balaunya Bandara di Afghanistan

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 19 Agu 2021 13:38 WIB
Taliban fighters sit over a vehicle on a street in Laghman province on August 15, 2021. (Photo by - / AFP)
Ilustrasi/Foto: AFP/-
Jakarta -

Pasukan Taliban dilaporkan menghalangi warga di bandara yang ingin melarikan diri dari Afghanistan. Bandara yang seharusnya menjadi tempat yang aman untuk berpergian tetapi ini kondisinya berbeda, orang yang hendak pergi dihalangi hingga menimbulkan kekacauan.

Dikutip dari CNBC, Kamis (19/8/2021), ribuan orang yang ingin pergi sampai berlarian ke landasan pesawat. Bahkan beberapa orang nekat hampir memegang pesawat saat pesawat akan lepas landas. Kekacauan ini terjadi di Bandara Internasional Hamid Karzai.

Sekitar 4.500 tentara AS dikerahkan ke bandara untuk evakuasi orang yang berjatuhan. Beberapa tentara dilaporkan telah melepaskan tembakan peringatan ke udara, bermaksud untuk mengendalikan kerumunan pendatang.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman kekacauan di bandara Afghanistan melanggar komitmen Taliban kepada AS karena menghalangi orang yang hendak pergi dari negara itu. Terutama banyak pekerja AS hingga jurnalis AS yang terjebak di negara itu.

"Kami telah melihat laporan bahwa Taliban, bertentangan dengan pernyataan publik mereka dan komitmen mereka kepada pemerintah kami, menghalangi warga Afghanistan yang ingin meninggalkan negara itu untuk mencapai bandara," katanya.

Mengingat banyak militer AS di Afghanistan yang terlibat dalam keamanan, maka Sherman berharap mereka bisa meluruskan dan mengizinkan warga AS, negara bagian AS, hingga warga Afghanistan yang hendak lari dari negara itu diberikan jalan.

Namun, di sisi lain Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengakui bahwa militer AS saat ini tidak memiliki kemampuan untuk mengawal orang AS keluar dari Afghanistan.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas yang berada di Afghanistan tercatat ada sekitar 200 lebih wartawan dan staf serta keluarga AS di Afghanistan yang berusaha untuk mengungsi.

Sebelumnya, sudah ada 2.000 orang AS yang berhasil dievakuasi dari Afghanistan dalam waktu 24 jam. Namun, masih ada lebih dari 4.840 orang lagi untuk evakuasi selama beberapa hari sebelumnya.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT