ADVERTISEMENT

AS Habiskan Rp 32.000 T Perangi Taliban, Buat Apa Saja?

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 19 Agu 2021 14:41 WIB
Kelompok Taliban telah menguasai Afghanistan. Kini para militan Taliban terus berpatroli dengan membawa senjata laras panjang di kawasan Ibu Kota Afghanistan.
Foto: AP Photo/Rahmat Gul
Jakarta -

Kondisi Afghanistan makin kacau setelah ribuan warga mati-matian untuk melarikan diri dari kekuasaan Taliban. Termasuk sejumlah warga negara Amerika Serikat (AS) di negara itu juga berusaha melarikan diri.

Padahal AS merupakan negara yang banyak menyumbang dana ke Afghanistan dan juga memiliki andil dalam pengusiran Taliban pada 2001 silam di Afghanistan.

Seperti dikutip dari Aljazeera, Kamis (19/8/2021), dana yang digelontorkan AS untuk membiayai proyek perang di Afghanistan telah berlangsung sejak 2001. Kini jika ditotalkan sudah mencapai US$ 2,26 triliun atau sekitar Rp 32.000 triliun (kurs Rp 14.375/US$). Demikian dikutip menurut Proyek Biaya Perang di Brown University.

Triliunan uang itu disebut paling besar untuk menyumbang ke anggaran Operasi Kontingensi Luar Negeri untuk Departemen Pertahanan. Kemudian terbesar kedua sebesar US$ 530 miliar untuk pembayaran bunga atas uang yang dipinjam pemerintah AS guna mendanai perang.

Meski triliunan dolar telah digelontorkan AS untuk mengusir Taliban, Afghanistan masih memiliki masalah ekonomi. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pernah mengatakan 90% dari warganya hanya menghasilkan pendapatan US$ 2 per hari. Selain itu, negara tersebut masih bergelut dengan bisnis ilegal yang berkembang pesat.

Kemudian, AS juga telah mengalokasikan lebih dari US$ 144 miliar untuk rekonstruksi Afghanistan. Sebagian besar uang itu diberikan kepada kontraktor swasta dan LSM yang ditugaskan oleh pemerintah AS untuk melaksanakan sejumlah program dan proyek.

Termasuk untuk membangun pasukan keamanan Afghanistan, meningkatkan pemerintahan, membantu pembangunan ekonomi dan sosial, serta memerangi obat-obatan terlarang.

Setelah pasukan AS mengusir Taliban pada tahun 2001, kondisinya sekarang ini seperti berbalik lagi. Taliban bangkit kembali. Pemerintahan Afghanistan jatuh setelah Presidennya melarikan diri. Bahkan Taliban berhasil mengambilalih istana kepresidenan.

Rasanya, investasi AS senilai US$ 2 triliun seperti sia-sia. Mengingat bagaimana kini kondisi Afghanistan yang kacau dikuasai lagi oleh Taliban.

Padahal tentara Afghanistan sempat ditugaskan untuk memukul mundur Taliban dan kelompok bersenjata lainnya seperti al-Qaeda dan ISIL. Tetapi, Afghanistan menyerah karena Taliban lebih kuat.

Simak Video: Biden Pastikan Tentara AS Tetap di Afghanistan Hingga Warga Dievakuasi

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT