Inovasi Digital Sektor Penerbangan Dinilai Bantu Pemulihan Ekonomi

Erika Dyah - detikFinance
Kamis, 19 Agu 2021 16:12 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi
Foto: dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyebut inovasi di sektor penerbangan dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi dan pariwisata di tengah pandemi. Khususnya, melalui pengembangan teknologi digital.

Hal tersebut disampaikan Budi saat menjadi Keynote Speaker dalam acara 'Indonesia Smart Airport Forum 2021' yang diselenggarakan oleh PT Angkasa Pura II (AP II). Kegiatan yang dihadiri oleh para stakeholder penerbangan juga pariwisata ini berlangsung pada Rabu (18/8).

"Melalui forum ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi baru baik dari segi bisnis dan teknologi digitalisasi. Yang dapat dikembangkan dan disinergikan dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi dan pariwisata di Indonesia," jelas Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (19/8/2021).

Ia menjelaskan peningkatan pelayanan transportasi harus terus dilakukan karena transportasi mempunyai peranan penting dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, Budi menambahkan di masa pandemi ini pemerintah diharuskan untuk melakukan pembatasan mobilitas dan penerapan protokol kesehatan. Di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan kelangsungan distribusi barang-barang, khususnya kebutuhan pokok.

Untuk itu, ia meminta seluruh stakeholder penerbangan untuk bersinergi mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya menekan penyebaran COVID-19. Adapun langkah ini bisa dilakukan dengan menggelar sentra vaksinasi di bandara-bandara agar terwujud kekebalan komunal atau herd immunity.

"Kita harus bersinergi dengan sektor lain, seperti misalnya sektor pariwisata dan juga sektor teknologi informasi agar dapat melakukan inovasi yang lebih strategis dalam upaya meningkatkan layanan penerbangan nasional," ujarnya.

Sementara itu, Dirut AP II M. Awaluddin mengatakan pihaknya terus mengembangkan implementasi konsep smart airport berbasis teknologi digital untuk mengoptimalkan operasional bandara.

"Kami ingin menjadikan pengelolaan infrastruktur dan sistem operasi bandara menjadi smart connected airports. Jadi suatu bandara yang terkoneksi dan pintar," kata Awaluddin.

Ia mengungkap pihaknya tengah mengembangkan konsep Smart Airport yang berpegang pada 3 (tiga) hal atau 3 C, yaitu Commitment, Consistency, dan Collaboration.

"Commitment adalah seluruh jajaran mempunyai visi yang sama membangun PT. AP II dengan pendekatan sebuah bandara yang terkoneksi dan pintar di masa depan. Consistency adalah bagaimana konsistensi harus betul-betul terimplementasi dan terjaga dengan baik. Yang terakhir Collaboration adalah kolaborasi dengan para pemangku kepentingan lainnya menjadi sebuah hal yang prioritas," terangnya.

Sebagai informasi, Indonesia Smart Airport Forum adalah kegiatan yang telah diselenggarakan sejak 2017 oleh AP II. Kegiatan ini berkonsentrasi pada perkembangan teknologi, khususnya pada dunia penerbangan.

Adapun forum ini dilakukan dengan tujuan membangun bisnis yang terhubung dan terintegrasi, serta membangun sinergi antar stakeholder dan menyiapkan strategi digital bersama yang melibatkan pemerintahan, pelaku bisnis, komunitas, media dan para akademisi.

Forum ini dihadiri oleh beberapa narasumber lainnya seperti Kepala BPPT Hammam Riza, Wakil Dirut AP II Edwin Hidayat, Dirjen SDPPI Kominfo Ismail, Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman dan Guru besar ITB Suhono Harso. Serta stakeholder penerbangan dan pariwisata, seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Siber dan Sandi Negara(BSSN), International Air Transport Association (IATA), kalangan akademisi transportasi dan pariwisata, para operator sarana dan prasarana transportasi udara, asosiasi transportasi dan pariwisata, dan Kementerian/Lembaga terkait.

(ncm/hns)