Manfaatkan Bonus Demografi, CEO BRINS Ajak Milenial Jadi Game Changer

Erika Dyah - detikFinance
Kamis, 19 Agu 2021 19:57 WIB
BRI Insurance
Foto: BRI Insurance
Jakarta -

Generasi muda dinilai berperan penting pada perubahan dan tantangan yang ada di setiap kejadian bersejarah di Indonesia. Terlebih, kini Indonesia telah menginjak usia ke-76 dengan berbagai catatan perjuangan sejarah yang telah dilalui.

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah melalui serangkaian perjuangan dan kejadian bersejarah mulai dari perjuangan kemerdekaan, krisis ekonomi tahun 1965, tahun 1998, dan 2005, reformasi, revolusi industri, hingga krisis kesehatan saat ini akibat adanya pandemi COVID-19.

Meski tengah menghadapi krisis pandemi, saat ini Indonesia juga berada di kondisi bonus demografi dengan komposisi penduduk yang didominasi oleh angkatan kerja produktif yakni generasi milenial dan generasi Z. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Gen Z menduduki komposisi pertama yakni 27,94% dari penduduk Indonesia, disusul oleh generasi milenial sebanyak 25,87% dari 270,20 juta jiwa.

"Bonus demografi ini dapat menjadi peluang yang baik bagi kita semua, kita dapat melihat bahwa Gen Milenial dan Gen Z melahirkan sisi kreatif dan inovasi sehingga membuat mereka menjadi generasi unggul hasil tempaan sekaligus game changer," ujar CEO BRI Insurance, Fankar Umran dalam keterangan tertulis, Kamis (19/8/2021).

Hal tersebut disampaikan Fankar pada sebuah webinar nasional dalam rangka menyambut 17 Agustus lalu yang turut dihadiri oleh Wamen Perdagangan RI, Jery Sambuaga.

Dalam kesempatan tersebut, Fankar menilai peluang ini juga diikuti berbagai tantangan yang perlu diwaspadai, seperti persaingan semakin ketat, instant mindset yang dimiliki generasi muda, interaksi sosial yang terbatas akibat pandemi, skill set yang harus terus berubah, dan tantangan globalisasi. Menurutnya, tantangan-tantangan tersebut menjadi dasar bahwa generasi muda perlu menjadi sosok pemimpin pada disruptive leader era.

"Pada era disrupsi saat ini, tentunya dibutuhkan berbagai penyesuaian dengan inovasi untuk mendobrak stigma-stigma umum untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang relevan. Beberapa karakteristik yang perlu ditanamkan yaitu Anticipate, Drive, Accelerate, Partner, dan Trust (ADAPT)," terangnya.

Ia menyebutkan penerapan ADAPT dapat menjadi kunci bagi Gen Milenial dan Gen Z untuk bergerak menjadi pemimpin di era disruptif.

Lebih lanjut, Fankar memaparkan karakteristik 'Anticipate' berkaitan dengan keperluan menunjukkan kecerdasan kontekstual untuk penilaian cepat dan menciptakan peluang. Sementara 'Drive' adalah memberikan energi kepada sekitar dan menumbuhkan rasa memiliki tujuan yang baik.

Adapun untuk 'Accelerate' menurutnya berupa implementasi ide dan akselerasi inovasi, 'Partner' yaitu Berkolaborasi melintasi batas fungsional dan organisasi untuk kemajuan bersama, serta 'Trust' adalah upaya membangun rasa saling percaya sebagai landasan tujuan bersama.

Fankar menekankan Gen Milenial dan Gen Z perlu menjadi Game Changer untuk memaksimalkan potensi yang ada melalui beberapa langkah. Adapun langkah yang dimaksud, antara lain membuat inovasi dan berbagai perubahan positif baru serta menciptakan peluang dengan mengubah berbagai tantangan atau masalah menjadi sebuah inovasi, termasuk memaknai kemerdekaan dengan baik.

Kemerdekaan ini menurutnya meliputi merdeka secara mental, merdeka bermimpi dan menggapainya, merdeka finansial, hingga merdeka dari rasa khawatir akan risiko.

"Gen Milenial dan Gen Z generasi emas, generasi yang betul-betul dapat membawa Indonesia Emas sebagai game changer," pungkasnya.

(ega/hns)