Harga Emas Turun Terus, Bakal Sampai Kapan?

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 20 Agu 2021 18:00 WIB
Harga beli emas batangan di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sempat kembali turun hingga Rp 4000/gram. Kini harga yang dijual oleh Antam sebesar Rp 533 ribu/gram.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Harga emas dunia terus mengalami penurunan beberapa hari terakhir. Penurunan itu juga terjadi hingga di acuan harga emas Pegadaian.

Apa yang menjadi biang kerok anjloknya harga emas? Berikut 3 fakta yang wajib diketahui:

1. Merosot Terus

Melansir situs resmi Pegadaian, Jumat (20/8/2021), harga jual emas hari ini berada di level Rp 876 ribu/gram. Angka itu turun dari posisi kemarin Rp 880 ribu/gram dan 2 hari sebelumnya Rp 883 ribu/gram.

Sedangkan harga beli emas di Pegadaian hari ini di level Rp 849 ribu/gram. Angka itu juga turun dibandingkan kemarin Rp 853 ribu/gram dan lebih rendah juga dibandingkan 2 hari sebelumnya Rp 856 ribu/gram.

Melansir Kitco, harga emas dunia juga sudah 3 hari berturut-turut mengalami penurunan. Harga emas berjangka hari ini dibuka pada level US$ 1.789,50 dan diperdagangkan ke terendah US$ 1.774,60 dan tertinggi US$ 1.795.

2. Biang Kerok Turunnya Harga Emas

Salah satu sentimen yang memberatkan harga emas dunia termasuk acuan di Pegadaian adalah rencana kebijakan pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) atau tapering di AS.

Pelaku pasar terpengaruh atas hasil risalah dari pertemuan Federal Reserve FOMC terakhir. Kesimpulan dari rapat itu adalah akan memangkas nilai pembelian aset atau tapering.

Meski begitu pelaku pasar akan mendapatkan informasi yang lebih luas mengenai kapan The Fed akan mulai mengurangi pembelian aset bulanan mereka sebesar US$ 120 miliar dari Treasuries dan MBS.

3. Prediksi Harga Emas

Diprediksi harga emas batangan bisa turun mendekati US$ 1.600 per ons, sementara perak mungkin jatuh ke US$ 22 per ons atau lebih rendah, kata Dominic Schnider, kepala komoditas dan valuta asing Asia Pasifik di UBS Global Wealth Management CIO Office.

Menurutnya platinum dapat menjadi investasi yang lebih baik di bidang logam mulia karena paparan industrinya yang lebih besar.

Sementara yang lainnya lebih optimis, dengan Goldman Sachs memperkirakan bahwa harga akan mencapai US$ 2.000 menjelang akhir tahun karena pembelian konsumen dan bank sentral meningkat. Itu juga bertahan dengan target harga US$ 30 per ons untuk perak.

John Feeney, manajer pengembangan bisnis di dealer emas batangan yang berbasis di Sydney, Guardian Gold Australia memperkirakan, pedagang kemungkinan akan fokus pada angka penjualan ritel untuk mengukur kekuatan pemulihan negara.

"Emas juga sekarang telah pulih di atas level pembukaan Senin lalu, sebelum peristiwa flash crash, jadi kami memperkirakan level terendah 9 Agustus akan menjadi level terendah jangka menengah yang signifikan," tuturnya.

(das/fdl)