Pemerintah Gandeng Para Insinyur Garap Proyek Ibu Kota Baru

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 20 Agu 2021 21:00 WIB
Desain Istana Presiden di Ibu Kota Baru
Foto: Dok. Tangkapan Layar Youtube Setkab: Desain Istana Presiden di Ibu Kota Baru
Jakarta -

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menggandeng Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk mengkaji sejumlah proyek, salah satunya proyek ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

Kerja sama ini tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Sekretaris Kementerian PPN Himawan Hariyoga dan Ketua Umum PII Heru Dewanto hari ini, Jumat (21/08/2021).

Himawan mengatakan di kondisi pandemi saat ini, semua pihak tidak bisa lagi berpikir dengan cara yang sama. Kata dia, harus ada paradigma dan pendekatan baru yang diterapkan, termasuk dalam pembangunan nasional.

"Kita memerlukan paradigma dan pendekatan baru dalam perumusan kebijakan pembangunan nasional, tidak cukup pemerintah bergerak sendirian, diperlukan kerja sama multipihak yang salah satunya dibutuhkan kerjasama dengan PII," ujarnya.

Ia juga berharap paradigma dan pendekatan baru, dapat diterapkan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru, yang rencananya dibangun di wilayah Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara yang keduanya masuk di wilayah Kalimantan Timur.

"Pengembangan IKN sebagai ajang pengembangan inovasi dan teknologi para insinyur. IKN akan diarahkan sebagai kota dunia untuk semua, simbol negara maju," terangnya

Sementara itu, Heru Dewanto mengatakan untuk Indonesia yang lebih baik, semua pihak harus memberikan yang terbaik untuk negara, termasuk para insinyur yang menurutnya harus bisa memberikan yang terbaik untuk menjawab permasalahan-permasalahan di Indonesia.

"Para insinyur tidak hanya dituntut untuk membangun energi baru terbarukan untuk menggantikan energi fosil, tapi juga ditantang untuk melakukan transisi energi menuju sistem ketenagalistrikan, yang mampu membuka potensi energi terbarukan di berbagai daerah di nusantara," ujarnya.

Menurutnya, para insinyur yang nanti terlibat dalam pembangunan IKN, tidak hanya ditantang untuk membangun kota yang smart, green, sustainable, modern, berstandar internasional dan bisa jadi identitas bangsa, akan tetapi juga ditantang untuk membangun IKN yang bisa mendorong perekonomian negara.

"Menjadi big push strategi pemulihan ekonomi nasional, acuan standar baru ibukota dunia, menjadi cawan bagi ledakan kelahiran inovasi teknologi anak bangsa, dan menjadi pusat keuangan regional dan dunia yang baru," tegasnya.

Selain proyek IKN, kerja sama pengkajian juga dilakukan untuk bidang Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan, Pembangunan Kepariwisataan serta Pembangunan Rendah Karbon / Ekonomi Hijau / Ekonomi Sirkular.

(acd/dna)