Mau Larang Konten Porno, Begini Perjalanan Eksistensi OnlyFans

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 22 Agu 2021 15:00 WIB
Onlyfans
Foto: Onlyfans (Dana Aditiasari/detikcom)
Jakarta -

OnlyFans jadi perbincangan setelah situs berbagi konten eksklusif secara berlangganan ini melarang konten seksual dan pornografi pada situsnya. Situs ini sendiri sebetulnya besar dari para content creator yang membuat konten-konten mesum kepada para penggemarnya.

Dilansir dari situs OnlyFans, Minggu (22/8/2021), situs ini telah berdiri sejak 2016. Didirikan oleh seorang pengusaha asal Inggris, Timothy Stokely. Dalam situs resminya, OnlyFans tak banyak mengupas bagaimana sejarah pembentukannya.

Namun, yang jelas, Timothy Stokely ingin menjadikan OnlyFans sebagai platform sosial media global terkemuka, yang membuat para content creator dapat memonetisasi kontennya tanpa pengiklan.

"Didirikan pada tahun 2016, oleh pengusaha Inggris Tim Stokely OnlyFans telah menjadi salah satu platform sosial global terkemuka. Visi Tim (panggilan akrab Stokely) adalah mengembangkan situs tempat pembuat konten dapat memonetisasi konten mereka tanpa pengiklan," tulis OnlyFans dalam situs resminya.

OnlyFans menyebutkan baru saja menghasilkan peningkatan signifikan dalam pertumbuhan kreator dan penggemarnya. Apalagi, nama artis besar seperti Beyonce telah merilis salah satu karyanya di OnlyFans berjudul 'Savage Remix'.

Sedikit background perusahaan, OnlyFans saat ini dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan Fenix International Limited. Timothy Stokely adalah CEO-nya, memiliki kantor pusat yang berada di Kean Street di London, Inggris dan memiliki 200 karyawan.

Dari sisi penggunanya, OnlyFans memiliki 150 juta pengguna terdaftar, dengan total pengeluaran untuk berlangganan dan mendapatkan konten diklaim sebesar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 7,2 triliun (dalam kurs Rp 14.000). Sementara itu, content creator yang terdaftar sebanyak 1,5 juta orang.

Berdasarkan penelusuran detikcom, OnlyFans mulai menjadi besar saat Leo Radvinsky membeli saham mayoritas perusahaan tersebut pada 2018. Radvinsky dikenal sebagai Raja Film Porno asal Florida, Amerika Serikat. Di tahun 2018, dia membeli 75% saham OnlyFans.

Radvinsky adalah pendiri situsMyfreecams

, layanan yang sangat sukses digunakan oleh model untuk menghasilkan uang dengan melakukan acara siaran langsung striptis atau hal mesum lainnya. Radvinsky juga diketahui menjalankan perusahaan modal ventura yang berinvestasi di perusahaan teknologi.

Menurut laporan Fortune, dalam beberapa bulan terakhir, ketika popularitas OnlyFans meledak, Radvinsky diam-diam mencari uang untuk membesarkan kembali OnlyFans. Dia bekerja sama dengan bank dagang Raine Group untuk menghubungi beberapa pemodal ventura dan investor lain.

Namun, belum ada satupun yang mau memberikan modal karena mengetahui bisnis OnlyFans selama ini menjadi situs ramah seks. Hal ini juga dituding sebagai salah satu penyebab OnlyFans melarang konten seksual dan pornografi di situsnya.

Secara statistik, menurut perhitungan Axios, OnlyFans pada tahun 2020 memiliki pendapatan bersih sebesar US$ 375 juta atau sekitar Rp 5,4 triliun.

Memiliki lebih dari 7 juta penggemar yang membayar setiap bulan dan telah mengeluarkan US$ 3,2 miliar atau sekitar Rp 46,8 triliun. OnlyFans diketahui hanya mengambil 20% sebagai potongan dari transaksi yang dilakukan para content creator-nya.

(hal/zlf)