Amazing! Ini Dia Harta Karun Indonesia Rp 19.000 Triliun

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 23 Agu 2021 06:15 WIB
Pulau Padar 2019
Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Wow! Indonesia punya harta karun tersembunyi yang nilainya luar biasa besar. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan nilai kekayaan laut Indonesia mencapai US$ 1.338 miliar atau sekitar Rp 19.267 triliun (kurs Rp 14.400/US$).

Kekayaan ini mencakup antara lain perikanan tangkap, budi daya, hingga industri bioteknologi. Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP, Sjarief Widjaja mengatakan potensi ini harus dioptimalkan betul, khususnya bagi para pengusaha-pengusaha tanah air.

"Kira-kira kekayaan laut kita sekitar US$ 1.338 miliar per tahun, ini dari semua sisi dari perikanan tangkap, perikanan budidaya dan industri pengolahan dan seterusnya. Ini peluang, kita baru sentuh perikanan tangkap saja, kita belum sentuh bioteknologi," kata Sjarief dalam Rapat Kerja Nasional Hipmi 2021, Sabtu (6/3/2021) lalu.

Di sisi lain, pemanfaatan potensi kelautan juga menjadi prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Waktu pertama beliau deklarasikan terpilih menjadi presiden periode pertama beliau sampaikan kita sudah terlalu lama memunggungi laut, dan saatnya kita menoleh ke laut kita ini," ujarnya.

Sjarief menjelaskan luas area Indonesia sekitar 8 juta km persegi. Hanya saja, luas tersebut yang baru termanfaatkan 2,1 juta km persegi dan sisanya 6,1 juta km persegi belum berkontribusi pada perekonomian nasional.

Contohnya Indonesia termasuk pengekspor terbesar rumput laut, di mana sekitar 25% kebutuhan dunia berasal dari tanah air. Hanya saja, permasalahannya produk yang diekspor masih bahan mentah sehingga belum memiliki nilai tambah yang lebih besar.

Padahal rumput laut memiliki produk turunan yang bernilai Rumput laut bisa menjadi bahan baku kosmetik, obat-obatan hingga tepung.

"Ini persoalan utama kita, padahal resourcesnya laur biasa. Ini yang kita buka ayo kita sekarang gerak bersama resources kelautan menunggu anda semua," jelasnya.

Sjarief menambahkan seluruh pengusaha nasional terutama yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) perlu memanfaatkan peluang ini.

"Kita eksportir terbesar tapi kita belum sentuh hilirisasi Ini peluang," ungkapnya.

Perlu diketahui, dari potensi kekayaan atau ekonomi sektor kelautan sebesar US$ 1.338 miliar ini, tersebar di 11 sektor, antara lain perikanan tangkap yang potensinya US$ 20 miliar, perikanan budidaya US$ 210 miliar, industri pengolahan US$ 100 miliar, industri bioteknologi US$ 180 miliar, energi dan sumber daya mineral termasuk garam dan BMKT US$ 210 miliar.

Selanjutnya, ada pariwisata bahari US$ 60 miliar, transportasi laut US$ 30 miliar, industri dan jasa maritim US$ 200 miliar, coastal forestry US$ 8 miliar, sumber daya wilayah pulau-pulau kecil US$ 120 miliar, dan sumber daya non konvensional US$ 200 miliar.

Tonton juga wawancara eksklusif Dirut PT Freeport Indonesia tentang 'Isu Lingkungan, Putra Daerah, dan Cadangan Mineral' di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)