ADVERTISEMENT

Jokowi Tanya Teknologi Pangan, Luhut: Semua Dikerjain, Satupun Nggak Jadi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 23 Agu 2021 12:45 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) bersama calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin (kedua kiri) menyaksikan hasil hitung cepat Pemilu Presiden 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Maruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/HP.
Luhut dan Jokowi Sebelum Pandemi COVID-19/Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bercerita dirinya sempat mendapatkan pertanyaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal perkembangan teknologi di Indonesia. Khususnya teknologi dalam bidang pangan.

Luhut mengatakan pertanyaan itu diajukan Jokowi dalam pertemuan keduanya yang dilakukan kemarin malam. Menjawab pertanyaan Jokowi, Luhut bilang teknologi pangan Indonesia saat ini terlalu banyak proyeknya.

Menurutnya banyak proyek teknologi pangan yang dikerjakan namun sampai saat ini tidak ada yang selesai.

"Mengenai teknologi pangan kita, Pak Presiden tanya juga ke saya tadi malam, bagaimana strateginya itu? Saya bilang kita terlalu semua mau dikerjain, satupun nggak jadi," ungkap Luhut dalam peringatan HUT BPPT secara virtual, Senin (23/8/2021).

Luhut menyatakan saat ini lebih baik proyek food estate Humbang Hasundutan disarankan untuk terus dikembangkan. Menurutnya, untuk mengembangkan proyek itu butuh banyak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

"Yang ada di Humbang Hasundutan itu yang kita sarankan terus, kita harapkan ini jadi tahun depan akan jadi," ungkap Luhut.

Secara garis besar, Luhut juga mengatakan kepada Jokowi, bahwa pengembangan teknologi di Indonesia harus dievaluasi. Pengembangan benar-benar dilakukan hanya untuk sesuatu yang konkrit-konkrit saja.

Menurutnya, selama ini banyak pusat-pusat riset berjalan namun tidak ada hasilnya. Menurutnya, kebanyakan riset hanya berkonsep tapi tidak hasil yang dikeluarkan.

Luhut menyarankan agar dipilih tiga pusat riset yang jadi unggulan dan digenjot sampai berhasil menghasilkan penemuan dan inovasi yang berguna.

"Selama ini kita banyak berkonsep tapi nggak ada yang jadi, maka saya usul kita tetapkan saja tiga atau berapa fokus jadikan lah itu," ungkap Luhut.

Lihat juga Video: Mentan soal Stok Pangan: Kita Masuki Momen-momen Panen Raya

[Gambas:Video 20detik]



(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT