Jeritan Pengusaha Warteg: Kalau Gali Lobang Lagi, Jatuh ke Jurang!

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 23 Agu 2021 13:00 WIB
Pemprov DKI mengklaim Jakarta sudah masuk zona hijau COVID-19. Aktivitas warga pun terpantau sedikit meningkat dari saat awal-awal PPKM. Faktanya?
Ilustrasi/Foto: Andhika Prasetya
Jakarta -

Belum diketahui PPKM yang berakhir ini akan diperpanjang atau tidak. Namun, menurut pengusaha kecil PPKM ini lebih memberatkan kondisi pendapatan mereka dibandingkan pembatasan yang lalu, misalnya PSBB.

"Ini PPKM ini lebih berat dari pada PSBB sebelumnya, ini kan rentan waktu PSBB hingga PPKM ini kan sudah 1 tahun ya, jadi pengangguran sudah banyak, daya beli masyarakat sudah turun," kata Ketua Umum Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni, kepada detikcom, Senin (23/8/2021).

Karena penurunan pelanggan di masa PPKM, hal hasil pendapatan mereka yang turun akan menyebabkan 75% warteg yang selama ini sewa tempat terancam gulung tikar.

"Sekarang teman-teman masih rugi, daya beli masyarakat turun. Jadi menuju 75% yang sewa warteg akan tutup dan akan masih bertambah. Kalau sewa berakhir, mereka akan pulang kampung. Kalau mau memperpanjang tetapi kan kondisi keuangannya juga sulit," terangnya.

"Gali lobang jadi tutup lobang, kalau gali lobang lagi jadi jatuh ke jurang. PPKM dari Juli ini teman-teman pada menjerit, kondisi kami ini dropnya minta ampun!" tambahnya.

Menurutnya, ketentuan pelonggaran makan di warteg mulai dari 20 menit hingga 30 menit tidak mempengaruhi pendapat.

"Siapa yang mau melanggar itu, orang nggak ada pembelinya, bagi teman-teman sudah mau buat aturan prokes juga tetapi kan pelanggannya juga nggak ada," tutupnya.

Lihat juga video 'Sensasi Dine In 30 Menit Pas PPKM, Gimana Rasanya?':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)