Beli Mobil Bebas Pajak Berakhir Bulan Ini, Selanjutnya Cuma Potongan 25%

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 24 Agu 2021 09:27 WIB
Ratusan mobil merk Toyota yang siap di ekspor berada di Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok,  Jakarta Utara, Rabu (5/9). Toyota Indonesia mencatat telah mengekspor total 1,38 juta unit kendaraan completely built up (CBU)‎ sejak mulai pengapalan Kijang generasi ketiga pada Agustus 1987 hingga Juli 2018.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu memastikan insentif bagi sektor otomotif yaitu diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100% tidak akan diperpanjang. Kebijakan itu akan berakhir Agustus 2021 ini.

Febrio mengatakan pada September-Desember hanya akan diberikan diskon PPnBM 25% untuk pembelian mobil baru. Ini berlaku bagi pembelian mobil dengan kapasitas hingga 1.500 cc.

"Untuk 1.500 cc itu sampai Agustus 2021, dan sebenarnya masih ada insentif yang lain, yaitu untuk yang lanjutnya September-Desember itu 25%," kata Febrio dalam diskusi virtual dikutip detikcom, Selasa (24/8/2021).

Menurutnya, diskon PPnBM yang diberikan pemerintah sejak awal tahun ini untuk mendorong konsumsi terutama kelas menengah atas. Pasalnya selama pandemi ini kalangan tersebut lebih memilih untuk menyimpan uangnya daripada dibelanjakan.

"Ini adalah logikanya untuk mendorong konsumsi karena kita tahu 2020 bahkan 2021 tabungan masyarakat kelas menengah di perbankan tumbuhnya masih double digit. Jadi masih sangat banyak likuiditas yang ada di kantong masyarakat kelas menengah," tuturnya.

Sektor otomotif dipilih karena dinilai memberikan multiplier efek yang maksimal. Mulai dari tenaga kerja, hingga industrinya sendiri.

"Mobil kita berikan supaya multiplier effect maksimum secara domestik kita pastikan itu hanya untuk yang local purchase di atas 60%, artinya memang industri dalam negeri. Ketika membeli mobil, dia keluarkan likuiditas dari tabungannya, itu kita inginkan karena memutar roda ekonomi lebih cepat lagi. Tapi juga karena local purchase tinggi kita harapkan ini ada multiplier effect bagi UMKM di dalam negeri dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor yang bersangkutan," jelasnya.

Langkah ini pun dinilai sangat berhasil karena penjualan kendaraan bermotor meningkat tajam yakni 1.444% secara tahunan atau year on year (yoy) per Mei 2021. Peningkatan penjualan juga meningkat hingga paruh pertama tahun ini.

Diharapkan di kuartal III-2021 tren tersebut masih akan berlanjut bahkan meningkat, meskipun diskon PPnBM yang diberikan lebih rendah yakni hanya 25%.

"Ini terlihat sekali 2020-2021 loncatan pembelian kendaraan motor tinggi sekali karena base-nya rendah. Juni 2021 sudah sangat kuat penjualannya. Lalu lanjut sampai ke Agustus, ada tambahan 2 bulan dan setelah itu insentif nggak hilang, masih ada 25% dari PPnBM dan ini kita lihat insentifnya masih kuat, nanti kita lihat bagaimana ini berhasil mendorong konsumsi, dan kita akan pantau terus," tegasnya.



Simak Video "Soal Pinjol Ilegal, INDEF Sarankan Bayar Utang Pokoknya Saja"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)