Virgin Orbit Bakal Melantai di Bursa AS, Incar Dana Rp 46 T!

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 24 Agu 2021 11:14 WIB
Dampak virus corona terhadap penerbangan: Miliarder Inggris, Richard Branson jaminkan pulau pribadinya untuk cari pinjaman guna menyelamatkan maskapai penerbangannya
Foto: BBC World
Jakarta -

Miliarder Richard Branson mengumumkan bahwa perusahaan satelit luar angkasanya, Virgin Orbit akan go public di Bursa Nasdaq, Amerika Serikat. Rencana itu akan dilakukan pada akhir tahun 2021 dan sekaligus menambah daftar panjang perusahaan yang berfokus pada ruang angkasa untuk go public.

Dikutip dari CNN, Selasa (24/8/2021), kesepakatan yang diperkirakan akan ditutup dalam tiga bulan terakhir tahun 2021 atau sekitar bulan Oktober itu akan memberikan nilai Virgin Orbit sebesar US$ 3,2 miliar atau sekitar Rp 46 triliun (kurs dolar Rp 14.387).

Sekadar informasi, Virgin Orbit berbeda dengan Virgin Galactic (SPCE), yaitu perusahaan Branson yang berfokus pada ruang angkasa lainnya dengan spesialisasi dalam pariwisata ruang suborbital. Pada bulan lalu, perusahaan itu telah menerbangkan Branson untuk perjalanan singkat ke tepi ruang angkasa.

Virgin Orbit memisahkan diri dari Virgin Galactic pada tahun 2017, dan perusahaan yang terakhir go public melalui kesepakatan SPAC pada tahun 2019. Virgin Orbit hanya berfokus pada peluncuran sejumlah kecil satelit ringan ke luar angkasa menggunakan metode peluncuran udara.

Sejauh ini, perusahaan menyelesaikan tiga kesuksesan penerbangan dan telah melihat roket Launcher One sepanjang 70 kaki lepas landas dari bawah sayap jet Boeing 747 (dijuluki "Gadis Cosmic") saat terbang di atas Samudra Pasifik.

SPAC akan mengambil alih Virgin Orbit, misalnya yang disebutkan NextGen Acquisition Corp II yang didirikan oleh mantan eksekutif Goldman Sachs dan PerkinElmer. NextGen melakukan debut pasar sahamnya pada bulan Maret tahun ini dan memiliki nilai pasar lebih dari US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,1 triliun pada Senin (23/8) pagi.

Setelah kesepakatan SPAC Virgin Orbit ditutup, investor yang ada di Virgin Orbit diharapkan dapat mempertahankan sekitar 85% kepemilikan atas perusahaan. Investor tersebut termasuk Virgin Group, yang pada dasarnya adalah perusahaan investasi pribadi Branson, Perusahaan Investasi Mubadala, dana kekayaan negara Emirat, serta manajemen dan karyawan.

Menurut pengajuan publik yang diposting Senin, Virgin Orbit memiliki kontrak senilai sekitar US$ 300 juta (Rp 4,3 triliun) yang telah disiapkan, dan diharapkan dapat menghasilkan lebih dari US$ 2 miliar (Rp 28 triliun) pendapatan per tahun pada tahun 2026 karena menjual layanan ke operator satelit komersial serta pelanggan pemerintah.

(eds/eds)