Kantongi Rp 1,1 T, Startup Ini Gaet 6,5 Juta UMKM

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 24 Agu 2021 21:13 WIB
Ilustrasi startup
Ilustrasi startup/Foto: Oli Scarff/Getty Images
Jakarta -

Dua tahun sejak pertama kali meluncurkan layanannya, BukuWarung, perusahaan teknologi penyedia ekosistem finansial digital untuk UMKM Indonesia, berhasil menggaet 6,5 juta UMKM pengguna. Turut menandai hari jadinya yang kedua, BukuWarung menyampaikan kembali raihan pendanaan Rp 861 miliar (US$ 60 juta) yang telah didapatkan baru-baru ini.

Nilai tersebut menjadi pendanaan Seri A terbesar yang pernah diterima oleh startup bidang UMKM secara global, dan membuat total investasi yang dikumpulkan BukuWarung mencapai Rp 1,1 triliun (US$ 80 juta).

Berdiri pada 2019, BukuWarung berkomitmen membantu para pelaku UMKM di Indonesia dalam pengelolaan dan pengembangan bisnis secara efisien mulai pembukuan digital, etalase online hingga pembayaran.

Didukung akumulasi pendanaan yang telah diraih, BukuWarung siap melahirkan inovasi baru untuk memudahkan pengalaman pengguna dalam memanfaatkan layanan aplikasinya, serta menjalankan serangkaian aktivitas pelatihan guna meningkatkan kapabilitas UMKM agar siap go digital.

"UMKM menjadi fokus BukuWarung mengingat peran krusialnya terhadap perekonomian Indonesia. Berjumlah sekitar 65 juta dan memberikan kontribusi lebih dari 60 persen pada perekonomian negara, UMKM menjadi kelompok kunci yang akan membawa Indonesia menjadi pemain ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara. Karenanya, pada peringatan hari jadi yang kedua ini, kami siap mengembangkan bisnis dan layanan guna semakin menguatkan posisi BukuWarung sebagai startup teknologi terdepan yang berkontribusi memajukan ekonomi digital Indonesia lewat pemberdayaan UMKM," papar Abhinay Peddisetty, selaku CEO dan Co-Founder BukuWarung, dalam keterangan tertulis, Selasa (24/8/2021).

Presiden Joko Widodo menyatakan potensi ekonomi digital Indonesia yang luar biasa. Bahkan, diprediksi, nilainya bisa menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara pada 2030 mendatang. Sepanjang 2020, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai Rp 253 triliun, dan tahun ini akan meningkat menjadi Rp 330,7 triliun.

Untuk mencapai itu, termasuk melewati dampak pandemi COVID-19, pemerintah terus mendorong digitalisasi UMKM tradisional. Diharapkan jumlah UMKM yang go digital mencapai 30 juta pada 2030 (per 2020 baru sebanyak 11,7 juta).

"Memahami karakter UMKM di Indonesia, BukuWarung menawarkan solusi yang praktis, mudah dan gratis dengan mengedepankan pengalaman penggunaan yang simpel. Kami memulai aplikasi BukuWarung dengan menawarkan pencatatan keuangan digital yang gampang diakses dan digunakan oleh para pelaku UMKM. Cakupan layanan BukuWarung kemudian kami perluas sehingga memungkinkan pelaku UMKM melakukan pembayaran digital, serta membantu mereka melakukan peralihan dari offline ke online untuk menjual dagangan," lanjut Abhinay Peddisetty.

Awal Agustus lalu, BukuWarung melengkapi aplikasinya dengan fitur penjualan produk digital: pulsa ponsel, token listrik, hingga top-up uang elektronik. Melalui layanan ini, pelaku UMKM mendapatkan tambahan komoditas usaha untuk ditawarkan kepada pelanggan.

Artinya, para pengguna BukuWarung berpeluang mendapatkan peningkatan pendapatan di tengah situasi sulit pandemi COVID-19. Proses transaksi yang sepenuhnya online membuat penjualan produk digital tidak terpengaruh pembatasan rute logistik.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik